Lima tewas dalam demo di Irak

Demonstrasi di Irak Hak atas foto afp
Image caption Para demonstran menuntut reformasi di Irak, tetapi tidak sampai menuntut perubahan rezim

Sedikitnya lima orang terbunuh dalam bentrokan antara pasukan keamanan dan demonstran antipemerintah di Irak dalam aksi unjuk rasa yang diikuti oleh ribuan orang di sejumlah kota, Jumat (25/2).

Demonstrasi digelar secara serentak di berbagai kota di Irak dalam aksi yang dinamakan sebagai "hari kemarahan". Kekerasan yang merenggut nyawa ini terjadi di kota Mosul dan kota Hawija, Irak utara.

Sekitar 4.000 orang mengikuti aksi di depan kantor gubernur di Basra, kota terbesar kedua. Mereka menuntut para wakil rakyat mundur.

Namun demonstrasi terbesar terjadi di ibukota Irak, Baghdad, yang diikuti beberapa ribu orang di lapangan utama.

Wartawan BBC di Baghdad, Jonathan Head, melaporkan bahwa ibu kota Irak itu nyaris lumpuh dan pihak berwenang menempatkan ribuan tentara di jalan-jalan. Aparat keamanan bahkan melarang lalulintas kendaraan di pusat kota.

Para demonstran melemparkan batu ke arah polisi antihuruhara dan berusaha merobohkan pagar pembatas yang menghalangi Jembatan Jumhuriyah di dekat lapangan.

Demonstrasi kali ini merupakan bagian dari serangkaian aksi yang telah berlangsung selama beberapa pekan di Irak.

Mereka mengungkapkan kemarahan dan rasa frustasi atas kondisi buruk yang mereka hadapi, korupsi merajalela dan keterbatasan lapangan kerja.

Jonathan Head melaporkan pengunjuk rasa menuntut reformasi tetapi tidak sampai menuntut revolusi.

Pemerintah Irak baru dipilih tahun lalu dan mencakup sebagian besar faksi utama di negara tersebut.

Berita terkait