Demonstrasi besar terjadi di Tunisia

Terbaru  26 Februari 2011 - 04:01 GMT
Protes di Tunisia

Demonstrasi di Tunisia Jumat (25/2) yang terbesar setelah Ben Ali mundur

Polisi menghalau demonstran yang berkumpul di Ibukota Tunisia pada Jumat (25/2) waktu setempat. Para pemrotes menuntut agar pejabat sementara Perdana Menteri Mohammed Ghannouchi, mundur.

Polisi menembakkan gas air mata dan tembakan peringatan agar para demonstran pergi dari depan kantor kementrian dalam negeri.

Saksi mata mengatakan sejumlah demonstran terluka ketika polisi mengeluarkan tembakan peringatan kepada kerumunan massa yang diperkirakan berjumlah lebih dari 100.000 orang.

Ghannouchi, merupakan sekutu dekat mantan Presiden Zine al-Abidine Ben Ali yang melarikan diri ke Arab saudi setelah mundur dari kekuasaan yang dipegangnya selama 23 tahun.

Dia telah bekerja sama dengan Ben Ali sejak 1999 lalu.

Demonstrasi yang terjadi pada Jumat lalu merupakan yang terbesar setelah Ben Ali mundur.

Pemerintah sementara yang dipimpin Ghannouchi telah berjanji untuk menggelar pemilu pada pertengahan Juli nanti.

Dalam pernyataan pemerintah yang dipublikasikan pada Jumat lalu, memutuskan pemilu akan dilakukan pada pertengahan Juli 2011, setelah melakukan konsultasi dengan sejumlah partai politik.

Pengumuman itu juga menyebutkan pemerintah telah mengambil alih aset keuangan dan rumah mewah milik 110 pendukung Ben Ali, setelah sebelumnya juga menyita kekayaan milik 46 orang anggota.

Selain itu, permintaan penangkapan terhadap Ben Ali dan istrinya Leila Trabelsi telah dilakukan.

Ghannouchi telah melakukan sejumlah perubahan dan mengganti beberapa anggota kabinet yang kontroversial sejak Ben Ali melarikan diri.

Langkah pemerintah sementara itu, belum memuaskan para demonstran, karena masih adanya figur yang mewakili rezim Ben Ali menempati kursi kabinet sementara.

Sejak Minggu lalu, mereka telah menduduki lapangan yang terletak dengan kantor perdana menteri, dengan membangun tenda dan menuliskan dinding bangunan pemerintah dengan grafiti.

Mereka mengatakan pemerintah sementara tidak representatif dan tidak menjalankan tugas mereka dengan cepat dan tidak cukup transparan.

Gejolak yang terjadi di Tunisia ketika mendesak Ben Ali mundur, telah menjadi inspirasi bagi masyarakat di sejumlah negara Timur tengah, seperti Mesir, dan sekarang terjadi di Libia.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.