Oposisi Yaman diminta bergabung ke pemerintah

aksi protest di yaman Hak atas foto Reuters
Image caption Oposisi menolak tawaran Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh membuka kesempatan bagi kalangan oposisi untuk bergabung dengan pemerintah persatuan nasional.

Juru bicara pemerintah mengatakan Presiden Saleh siap membentuk pemerintah baru dalam beberapa jam jika oposisi memasukkan nama-nama calon menteri.

Namun sejumlah tokoh oposisi senior menolak tawaran Presiden Ali Abdullah Saleh dengan mengatakan tawaran tersebut tidak cukup untuk menjawab tantangan Yaman saat ini.

Mereka mengatakan presiden harus meletakkan jabatan, seperti diminta rakyat.

"Oposisi memutuskan untuk tetap mendukung desakan rakyat agar presiden mundur," kata Mohammad al-Sabry, juru bicara koalisi oposisi Yaman kepada kantor berita Reuters.

Pemilu

Tokoh oposisi lain, Abdulmoez Dabwan mengatakan presiden tidak bersungguh-sungguh menerapkan reformasi.

"Ini bukan tawaran baru. Presiden hanya mencoba meredakan kemarahan di jalan," kata Dabwan.

"Kami tidak akan bergabung ke pemerintah sebelum tuntutan rakyat dipenuhi."

Ia mengatakan prioritas presiden adalah membersihkan angkatan bersenjata dari kroni-kroninya dan mulai menyiapkan pemilu yang jujur dan adil.

Sejak bulan lalu di seluruh penjuru Yaman berlangsung aksi demonstrasi menentang pemerintah yang sejauh ini menewaskan 24 orang dalam dua pekan terakhir.

Para wartawan mengatakan presiden berupaya sekuat tenaga untuk meredam aksi ini agar tidak membesar.

Berita terkait