Hakim tolak bukti DNA kasus Anwar Ibrahim

anwar ibrahim, malaysia
Image caption Anwar Ibrahim pernah dipercaya menjadi wakil perdana menteri Malaysia

Hakim yang menyidangkan dakwaan sodomi terhadap tokoh oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menolak bukti utama penuntutan.

Hakim Zabidin Mohamed Diah mengatakan DNA yang diambil dari barang-barang yang dipergunakan Anwar di sel polisi diperoleh dengan cara yang keliru.

Putusan hakim ini mendatangkan keuntungan bagi sang mantan perdana menteri Malaysia dalam pengadilan yang berlarut-larut.

Anwar dan kelompok-kelompok hak asasi mengatakan pengadilan ini konspirasi politik.

Ini kali kedua politisi tersebut dijerat dengan dakwaan yang sama.

''Saya simpulkan dalam kasus ini sampel DNA dari tiga barang..diperoleh dengan cara-cara yang tidak adil dari si tertuduh,'' kata Hakim Zabidin Mohamed Diah.

Barang-barang yang dimaksudkan adalah sikat gigi, botol air, dan handuk tangan.

Semuanya diambil dari sel yang ditempati Anwar setelah dia ditahan pada tahun 2008. Dia tidak diberi tahu tentang penggunaan sampel dari barang-barang tersebut untuk memberatkan dia dalam kasusnya.

Penuntutan kasus

Jaksa penuntut berargumentasi bahwa DNA dari barang-barang itu akan memperlihatkan kecocokan antara semen Anwar dan si penuduh, bekas stafnya, Mohamad Saiful Bukhari Azlan.

Tanpa bukti ini, jaksa kini harus utamanya mengandalkan kesaksian Saiful, 25 tahun.

Pria ini mengaku Anwar mensodomi dia di sebuah apartemen.

''Saya bersyukur atas putusan ini dan ini hanya semakin memperkuat yang saya telah katakan, bahwa saya dituntut secara tidak adil oleh pihak penguasa dalam upaya mereka untuk membungkam diri saya,'' ujar Anwar kepada wartawan.

Sebelumnya di persidangan, Azlan terungkap memiliki hubungan dengan pengacara penuntutan Farah Azlina Latif, tapi hakim menyatakan hubungan tersebut tidak membahayakan penuntutan kasus.

Lembaga HAM Human Rights Watch menyatakan dakwaan terhadap Anwar harus digugurkan.

Anwar Ibrahim, 63 tahun, pernah dipenjarakan dalam kasus seksual dan korupsi lain pada tahun 1998 dan dibebaskan pada tahun 2004 setelah mengajukan banding,

Sodomi ilegal di Malaysia, termasuk yang melibatkan orang dewasa yang bertindak suka sama suka.

Koalisi oposisi yang dimotori Anwar meraih kenaikan perolehan suara dalam pemilihan umum tahun 2008, dan hasil itu merontokkan posisi mayoritas koalisi yang berkuasa.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berhasil membawa sekutu-sekutu politiknya meraih kemenangan beruntun dalam pemilihan sela dan diperkirakan tentang mempertimbangkan akan menggelar pemilihan nasional lebih awal.

Berita terkait