Polisi Arab Saudi tembaki demonstran

Terbaru  11 Maret 2011 - 00:25 GMT

Polisi anti huru hara Arab Saudi menghadapi para pengunjuk rasa.

Polisi Arab Saudi keluarkan tembakan untuk membubarkan demonstrasi di kota Qatif, di sebelah timur negeri minyak itu.

Selain melepas tembakan, saksi mata mengatakan, polisi juga memukuli pengunjuk rasa menggunakan pentungan yang mengakibatkan tiga orang cedera.

Para pengunjuk rasa yang adalah warga minoritas Syiah menuntut pembebasan sembilan warga mereka yang ditahan tanpa pengadilan selama 14 tahun.

"Saat prosesi unjuk rasa di pusat kota sudah hampir selesai, aparat keamanan mulai menembaki massa," kata seorang saksi mata seperti dikutip AFP.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan bahwa tembakan polisi tidak ditujukan ke arah massa.

Polisi, lanjut sang jurubicara, mengarahkan senjata mereka ke atas sehingga tidak mengenai para pengunjuk rasa.

Juru bicara itu mengakui setidaknya ada tiga orang terluka akibat insiden itu dan satu orang di antaranya adalah anggota polisi.

Insiden ini terjadi di tengah seruan melalui internet untuk menggelar aksi yang disebut "hari kemarahan" di seluruh kota Arab Saudi sesuda ibadah shalat Jumat.

Para pengamat politik menyatakan belum ada kepastian apakah seruang lewat dunia maya itu akan dipenuhi, apalagi di Arab Saudi sejauh ini belum terjadi aksi protes berskala besar seperti di negara-negara Timur Tengah atau Afrika Utara.

Isu minoritas

Warga Syiah yang banyak terdapat di bagian timur Arab Saudi berjumlah sekitar 10% dari keseluruhan penduduk kerajaan yang didominasi Sunni itu.

Kawasan ini berbatasan dengan Bahrain, sebuah negeri dengan mayoritas penduduk Syiah namun dipimpin minoritas Sunni yang masih diguncang aksi unjuk rasa sejak pertengahan Februari lalu.

Unjuk rasa adalah kegiatan ilegal di Arab Saudi yang menganut sistem monarki absolut sejak tebentuknya negeri itu pada era 1930-an.

Namun, bulan lalu unjuk rasa warga Syiah pecah setelah pemerintah menahan ulama Syiah Sheikh Tawfiq al-Amer yang menyerukan perlunya Arab Saudi mengadopsi sistem monarki konstitusional.

Pemerintah kemudian membebaskan sang ulama, namun unjuk rasa terus terjadi di kawasan yang merupakan pusat sumber minyak mentah Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi berusaha meredam agar aksi unjuk rasa anti pemerintah yang bermunculan di Timur Tengah belakangan ini tidak menular ke kerajaan kaya itu.

Untuk meredamnya, pemerintah menambah tunjangan bagi rakyat dengan total anggaran hingga AS$37 miliar dan menaikkan gaji pegawai negeri hingga 15%.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.