PM Jepang nyatakan 'darurat nuklir'

Terbaru  11 Maret 2011 - 16:54 GMT
PLTN Fukushima, Daiichi

Jepang memiliki 55 reaktor untuk memenuhi sepertiga dari kebutuhan listrik nasional.

Perdana Menteri Jepang memberlakukan "keadaan darurat nuklir" setelah sejumlah reaktor mati akibat gempa hebat yang menghantam negara itu.

Dalam pernyataan tertulisnya, Forum Industri Atom Jepang mengatakan bahwa Perdana Menteri Naoto Kan sudah mengumumkan keadaan darurat "berjaga-jaga kalau-kalau ada tindakan mendesak" yang harus diambil, tetapi menambahkan bahwa "tidak ada bahan radioaktif yang bocor" yang terdeteksi.

Pernyataan itu juga mengatakan: "Badan keselamatan industri dan nuklir (Nisa) dari Departemen perdagangan mendirikan pusat kesiapan darurat...sebagai upaya mengumpulkan informasi mengenai adanya kemungkinan kerusakan di berbagai PLTN.

"Sejak generator diesel darurat di Fukushima-1 dan Fukushima-2 tidak bisa bekerja, perusahan energi TEPCO mengirimkan laporan darurat ke Nisa. Tidak ada laporan bahwa radiasi terdeteksi di luar stasiun pembangkit itu."

Gempa menghentikan pasokan listrik ke stasiun nuklir itu dan generator cadangan tidak bisa beroperasi ketika listrik mati.

Sebagai akibatnya, tidak semua sistem pendingin bisa dipakai.

Jepang memiliki 55 reaktor untuk menyediakan sepertiga dari kebutuhan listrik nasional.

Evakuasi

"Keadaan darurat adalah persyaratan hukum, bukan berarti ada masalah yang benar-benar menimbulkan kekhawatiran"

Jurubicara Asosasi Nuklir Dunia

Sekitar 2.800 warga tinggal radius 2 kilometer dari stasiun PLTN Fukushima Daiichi, yang terletak 200 kilometer di sebelah timur laut Tokyo, bersiap-siap untuk dievakuasi dari rumah mereka sesuai dengan prosedur keadaan darurat.

Jurubicara Asosiasi Nuklir Dunia (WNA) Jeremy Gordon mengatakan keadaan darurat adalah persyaratan hukum dan tidak berarti benar-benar ada masalah yang menimbulkan kekhawatiran.

"Status ini mengizinkan pihak resmi mengambil langkah-langkah tambahan," kata dia kepada BBC."Keadaan darurat memberikan wewenang kepada pejabat daerah seperti dinas kebakaran, polisi untuk bertindak sesuai kebutuhan, tetapi pada tahap sekarang adalah murni langkah pencegahan."

Menurut hukum di Jepang, keadaan darurat nuklir harus diumumkan jika ada radiasi yang bocor, jika jumlah air di reaktor mencapai batas yang membahayakan atau jika mekanisme pendinginan tidak berfungsi.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.