Jepang menghadapi krisis terburuk sejak PD II

Terbaru  13 Maret 2011 - 16:38 GMT
Perdana Menteri Jepang Naoto Kan

Perdana Menteri Jepang Naoto Kan mengangkat semangat Jepang dalam krisis terburuk sejak PD II.

Jepang menghadapi krisis terburuk sejak Perang Dunia II dengan penanganan pasca gempa dan tsunami saat ini.

Hal itu dinyatakan oleh Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan, lewat siaran TV nasional.

"Situasi saat ini dengan gempa bumi, tsunami, dan reaktor nuklir pada dasarnya krisis yang terburuk dalam waktu 65 tahun belakangan ini, sejak Perang Dunia II."

"Apakah Jepang bisa mengatasi krisis ini, tergantung dari kita masing-masing," tambahnya.

Kan juga mengatakan bahwa situasi di reaktor Fukushima tetap memprihatinkan, sehari setelah ledakan terjadi di reaktor itu.

Dengan ditutupnya pembangkt listrik Fukushima dan yang lainnya, Naoto mengatakan aliran listrik menjadi terbatas.

Dan Naoto Kan berupaya mengangkat kembali semangat warga Jepang.

"Saya amat yakin bahwa kita akan bisa mengatasi gempa bumi yang besar dan tsunami ini dengan bergabung bersama."

Pengerahan tentara

Kepolisian Jepang sebelumnya memperingatkan jumlah korban jiwa bisa mencapai 10.000 lebih jumlah resmi saat ini, sepert diberitakan NHK, berjumlah 1.351 jiwa.

"Saya amat yakin bahwa kita akan bisa mengatasi gempa bumi yang besar dan tsunami ini dengan bergabung bersama."

Naoto Kan

Jumlah tentara yang dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan sudah ditingkatkan dua kali lipat menjadi 100.000 personil.

Gempa dan tsunami yang menyerang kawasan Jepang utara menimbulkan masalah di reaktor nuklir Fukushima karena sistem pendingin yang tidak berjalan.

Badan Nuklir Jepang sudah menetapkan situasi di reaktor Fukushima pada level empat berdasarkan skala Radiologi dan Nuklir Internasional, INES.

Level empat biasanya melibatkan tewasnya satu orang akibat radiasi walaupun belum ada kematian di reaktor Fukushima.

Kawasan tertutup di sekitar reaktor sudah ditingkatkan menjadi 20 kilometer dan sedikitnya 170.000 orang sudah dievakuasi dari wilayah itu.

Sementara itu keadaan darurat juga dinyatakan di fasilitas nuklir di Onagawa karena ditemukannya tingkat radiasi yang tinggi.

Namun ditegaskan bahwa sistem pendingin di tiga reaktor Onagawa -yang otomatis dihentikan operasinya jika terjadi gempa dan tsunami- berfungsi dengan baik sehingga diduga tingginya tingkat radiasi mungkin disebabkan dari kebocoran di Fukushima.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.