Bank sentral Jepang gelontorkan dana tunai

Terbaru  14 Maret 2011 - 01:54 GMT
Nilai tukar yen Jepang

Dengan membanjiri pasar dengan dana tunai diharapkan stabilitas ekonomi terjaga

Bank sentral Jepang menggelontorkan dana darurat sebesar US$85 miliar, guyuran dana tunai terbesar yang pernah dilakukan lembaga itu, dalam upaya memberikan stabilitas keuangan pasca gempa dan tsunami dahsyat Jumat (11/03) lalu.

Seperti dikutip oleh kantor berita AP, hari kerja pertama pasca bencana, Gubernur bank sentral Jepang Masaaki Shirakawa mengatakan: "Bank sentral Jepang akan melakukan tindakan terbaik untuk menjamin stabilitas pasar keuangan dan menyediakan dana tunai yang memadai. Yakinlah bahwa bank sentral dan bank komersial akan bekerja sama untuk menyediakan dana tunai yang cukup."

Di lantai bursa, harga saham langsung anjlok saat perdagangan sesi pagi baru dibuka Senin (14/03).

Indeks saham Nikkei jatuh lebih dari lima persen pada 20 menit pertama perdagangan.

Dalam kondisi seperti ini, guyuran dana tunai diharapkan akan membuat bank komersial tetap dapat menjalankan perannya memberikan pinjaman serta memenuhi permintaan dana tunai yang diperkirakan melonjak akibat situasi pasca gempa.

Taksiran kasar yang masih awal menyebut biaya rekonstruksi akan mencapai puluhan miliar dollar, yang akan merupakan pukulan berat bagi ekonomi negara itu setelah predikat ekonomi terbesar dunia no.2 direbut Cina tahun lalu, dan sudah berada dalam kondisi rentan sebelum bencana.

Di sisi lain sejumlah besar kota di Jepang bersiap menghadapi pemadaman listrik bergilir, ditengah upaya pemerintah setempat bergelut dengan persoalan pasokan listrik dari pembangkit nuklirnya.

Pemerintah telah mengeluarkan seruan resmi agar warga tidak berangkat ke sekolah atau bekerja hari ini.

Sementara di ibukota Tokyo, operator kereta api hanya menjalankan sejumlah jalur terbatas.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.