Reaktor nuklir Fukushima terus berasap

Terbaru  18 Maret 2011 - 01:44 GMT
Pembangkit Daiichi Fukushima

Ancaman radiasi diatasi pemerintah Jepang dengan berbagai cara

Asap mengepul dari tiga reaktor sekaligus, reaktor 2, 3 dan 4, di komplek pembangkit listrik tenaga nuklir Daiichi, Fukushima Jepang, yang rusak akibat goncangan gempa pekan lalu.

Kantor berita Reuters mengutip Badan Keamanan Nuklir Jepang meyakini bahwa genangan air terdapat pada kolam bahan bakar nuklir di reaktor No.3.

Sementara diluar, pemerintah nampaknya sudah melakukan segala cara untuk mendinginkan suhu reaktor bermasalah ini.

Petugas darurat terus-menerus menyiramkan air ke titik pembangkit yang terlalu panas itu: helikopter, truk pemadam kebakaran, bahkan kanon air yang biasa dipakai satuan polisi huru-hara untuk membubarkan demonstran.

Namun tidak ada yang tahu pasti apakah langkah-langkah ini membantu upaya mengatasi persoalan di wilayah korban gempa parah ini.

Tiga reaktor setidaknya diyakini sudah mengalami pelelehan parsial, mengakibatkan asap putih mengudara dari pembangkit ini Jumat (18/03) pagi waktu setempat.

Namun baik pakar dari Jepang maupun AS berpendapat bahaya utama terletak pada kolam yang dipakai untuk menyimpan bahan bakar nuklir: kumparan bahan bakar pada satu kolam diduga sudah terkelupas setidaknya sebagian, sementara kumparan lain terancam.

Kalau tidak ada air, kumparan akan memanas dan menyebarkan radiasi nuklir.

Amerika aman

Kantor berita AP mengutip Kepala Komisi Regulasi Nuklir AS, Gregory Jazcko, menyebut dibutuhkan waktu berhari-hari bahkan 'berminggu-minggu' untuk mengatasi situasi ini.

Jaczko membela keputusan pemerintah negaranya untuk memperlebar zona ancaman radiasi hingga 80 kilometer, meskipun pemerintah Jepang hanya memerintahkan evakuasi sejauh 30 kilometer.

Sementara seorang pejabat dalam badan keamanan nuklir PBB dikutip kantor berita itu menyatakan 'tidak ada ancaman yang makin buruk' muncul dari pembangkit Daiichi Fukushima hari Kamis, namun situasinya tetap 'sangat serius".

Di gedung Putih, Presiden AS Barack Obama memberikan pernyataan untuk meyakinkan warganya bahwa krisis nuklir di Jepang tidak akan mengancam penduduk AS di wilayah Pasifik seperti Hawaii.

Presiden Obama memerintahkan kaji ulang terhadap semua stasiun pembangkit listrik tenaga nuklir AS, terutama yang letaknya di lokasi rawan gempa.

Meski demikian Obama juga menyampaikan bahwa pemerintahnya tetap mendukung pemanfaatan energi atom.

Selain menawarkan bantuan mengatasi situasi ini pada pemerintah Jepang, pemerintah AS juga menawarkan tumpangan pesawat gratis ribuan warga Amerika yang masih berada di Jepang pasca bencana.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.