Kasus Geert Wilders di Belanda jalan terus

Geert Wilders Hak atas foto AFP
Image caption Geert Wilders antara lain dituduh menyebarkan semangat anti-Islam di Belanda

Keinginan politisi anti-Islam Belanda, Geert Wilders, agar hakim membatalkan kasusnya di pengadilan Amsterdam tidak terwujud.

Dalam keputusan hari Rabu (30/3) hakim mengatakan pengadilan di Amsterdam berhak menggelar sidang kasus penyebaran kebencian yang dituduhkan kepada Wilders.

Dalam kasus ini jaksa menuduh Wilder menyebar semangat anti-Islam dan antipendatang di Belanda.

Pihak yang berseberangan dengan Gilders mengatakan pernyataan-pernyataan Gilders membuat diskriminasi terhadap orang-orang Islam di Belanda meningkat.

Sekitar 6% penduduk Belanda beragama Islam.

Wilders menolak dakwaan ini dan mengatakan berbagai pernyataannya adalah adalah bagian perdebatan politik yang sah. Tim pengacaranya mengajukan keberatan dan meminta hakim agar kasus ini dihentikan.

'Kontroversial'

Keberatan ini ditolak hakim yang menegaskan bahwa pengadilan Amsterdam bisa menggelar kasus ini karena sejumlah pernyataan Wilders yang dianggap memicu kebencian disampakan di Amsterdam.

Wilders memimpin Partai Kebebasan yang mendukung pemerintah koalisi.

Sejumlah kalangan mengatakan ia adalah figur kontroversial di Belanda dan di luar negeri.

Film sepanjang 10 menit yang ia buat pada 2008, dengan ilustrasi ayat-ayat Quran dan potongan video serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat, menyamakan Quran dengan Mein Kampf, buku ideologi politik yang ditulis Adolf Hitler.

Wilders juga menyerukan penghentian imigrasi Muslim.

Wilders mengatakan yakin ia akan dibebaskan dari segala tuntutan. Namun jika dinyatakan bersalah, ia diancam denda atau penjara satu tahun.

Vonis kasus ini besar kemungkinan akan disampaikan Juni mendatang.

Berita terkait