Gbagbo rundingkan penyerahan diri

Terbaru  5 April 2011 - 15:39 GMT
Laurent Gbagbo

PBB mengatakan tiga jenderal yang setia pada Presiden Laurent Gbagbo dari Pantai Gading yang dikepung sedang merundingkan persyaratan penyerahan diri dengan imbalan jaminan keamanan bagi ketiganya dan juga Gbagbo.

Prancis mengatakan para juru runding hampir mencapai kesepakatan bagi penyerahan diri Gbagbo.

Presiden Pantai Gading dan keluarganya berlindung di bunker kediaman milik mereka di kota Abidjan.

Sementara itu, pasukan yang setia pada saingan Gbagbo, Presiden Alassane Outtara yang diakui PBB, mengatakan sedang mengepung rumah itu.

PBB mengatakan penasihat militer dan sipil Gbagbo sudah meninggalkannya.

PBB mengatakan kepada BBC bahwa ketiga jenderal itu -kepala staf angkatan bersenjata, kepala polisi dan kepala penjaga republik- telah memulai perundingan.

'Perang usai'

"Kami hampir berhasil meyakinkan dia untuk menanggalkan kekuasaan," ujar Menteri Luar Negeri Prancis Alain Juppe di depan Dewan Nasional di Paris.

Juru bicara Gbagbo, Ahoua Don Mello, mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa "terjadi perundingan langsung berdasarkan rekomendasi Uni Afrika yang mengakui Alassane Outara adalah presiden".

"Mereka merundingkan persyaratan yudisial dan keamanan bagi kubu Gbagbo dan keluarga mereka," ujar Don Mello.

"...kami menghentikan pertempuran dan meminta komando jenderal melakukan gencatan senjata"

Phillipe Mangou

Gbagbo menolak menanggalkan jabatan presiden meski komisi pemilu Pantai Gading menyatakan dia kalah dalam pemilu putaran kedua bulan November, dan PBB mendukung hasil itu.

Wartawan BBC di Pantai Gading mengatakan berita perundingan penyerahan diri ini menyebar dengan cepat.

Namun tidak disambut dengan kegembiraan namun warga merasa lega karena mereka mempertanyakan alasan Gbagbo membawa negara itu dalam perang dan kehancuran.

Kepala staf angkatan darat Gbagbo, Jenderal Phillipe Mangou, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa pasukannya telah menghentikan pertempuran.

"Menyusul pemboman sejumlah posisi kami dan titik-titik penting kota Abidjan oleh pasukan Prancis, kami menghentikan pertempuran dan meminta komando jenderal melakukan gencatan senjata," ujar Mangou.

Helikopter PBB dan Prancis menyerang sejumlah sasaran pada hari Senin (04/04).

Jenderal Mangou sendiri minggu lalu melakukan deserti, namun kembali ke kubu Gbagbo pada hari Senin setelah berubah pikiran.

Sementara itu menteri luar negeri kabinet Gbagbo mengatakan kepada BBC bahwa "perang sudah usai".

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.