Libia 'perlu Gaddafi sebagai pemimpin'

Terbaru  5 April 2011 - 11:01 GMT
Moussa Ibrahim menghabiskan sekitar 10 tahun di Inggris sebelum menjadi juru bicara pemerintah Libia

Moussa Ibrahim menghabiskan sekitar 10 tahun di Inggris sebelum menjadi juru bicara pemerintah Libia

Pemerintah Libia menyatakan bisa menerima reformasi politik, tapi Muammar Gaddafi harus tetap berkuasa untuk mencegah kekosongan kekuasaan seperti di Somalia atau Irak.

Ketika berbicara di Tripoli, jurubicara pemerintah Libia, Moussa Ibrahim menggambarkan Kolonel Gaddafi "sosok pemersatu".

Menurut Ibrahim, Kolonel Gaddafi "katup pengaman bagi negara untuk tetap bersatu".

''Pemimpin memberi kabilah-kabilah Libia dan penduduk Libia sosok pemersatu, sebagai sosok yang mempersatukan,'' kata dia.

''Banyak orang Libia... menghendaki dia memimpin proses ke depan sebab mereka takut jika dia tidak ada karena alasan apa pun kami akan mendapati yang terjadi di Irak, kami akan mendapati yang terjadi di Somalia, kami akan melihat yang terjadi di Afghanistan."

Menurut Ibrahim, Libia terbuka untuk reformasi politik - ''pemilihan, referendum, apa saja'' - tapi ''sang pemimpin harus memimpin ini ke depan''.

Dia mengatakan Barat tidak berhak untuk mengatakan kepada Libia ''anda harus kehilangan pemimpin kalian atau sistem kalian anda atau rezim kalian''.

Menantang dunia

Ketika membantah pasukan pemerintah menyerang warga sipil, jurubicara pemerintah Libia ini menantang dunia luar menyelidiki kejahatan yang dituduhkan.

"Anda bukan oran sipil kalau mengangkat senjata"

Moussa Ibrahim

Menurut Ibrahim, pasukan Gaddafi hanya menyerang pemberontak bersenjata, bukan warga sipil.

''Kami memerangi milisi bersenjata,'' kata dia. ''Anda bukan oran sipil kalau mengangkat senjata.''

Senin larut malam (4/4) Televisi negara Libia kembali menayangkan siaran langsung Kolonel Gaddafi memberikan semangat kepada massa pendukung di kompleks Bab Al-Azizia Tripoli.

Dalam perkembangan lain, salah seorang putra Gaddafi, Saif al-Islam, mengatakan kepada BBC bahwa Menteri Luar Negeri Moussa Koussa tidak mengkhianati Libia dengan pergi ke Inggris.

Saif al-Islam Gaddafi mengatakan kepada wartawan BBC John Simpson bahwa Koussa pergi ke Inggris atas alasan kesehatan dan ditekan untuk melontarkan tuduhan-tuduhan mengenai pemerintah Libia dalam upaya untuk mendapatkan kekebalan dari penuntutan.

Gaddafi mengatakan Moussa Koussa diperkenankan meninggalkan Libia, dan membantah dia tahu rincian yang sulit dibantah mengenai serangan bom Lockerbie atau kejahatan lain.

Pertempuran

Di medan pertempuran di Libia sendiri, laporan-laporan Associated Press menyebutkan pemberontak melanjutkan upaya untuk merebut kota minyak Brega, dan maju hingga setengah jalan menuju kecil tersebut.

Pemberontak anti-Gaddafi telah merebut dan kehilangan kota tersebut beberapa kali dalam beberapa pekan.

Daerah pesisir yang sangat penting bagi Libia yang kaya minyak bisa dikatakan terbelah menjadi dua bagian. Satu bagi di timur dikuasai oleh pemberontak dan satu lagi di barat dan Tripoli dikuasai oleh kubu yang setia kepada pemerintah Gaddafi.

Pemberontak mulai melakukan penentangan bersenjata terhadap rezim Gaddafi hampir dua bulan lalu.

Sebuah tanker yang mengangkut minyak Libia diperkirakan akan meninggalkan wilayah yang dikuasai pemberontak hari Selasa.

Ini merupakan pengapalan minyak pertama sejak pemberontakan pecah.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.