AS desak Gaddafi mundur

Terbaru  7 April 2011 - 08:46 GMT
Libia AS

Pasukan pemberontak tak berdaya tanpa bantuan NATO

Amerika Serikat menolak surat pribadi untuk Presiden Barack Obama dari pemimpin Libia Kolonel Muammar Gaddafi dan menegaskan pemimpin negara itu harus mundur dan mengasingkan diri.

"Gaddafi tahu langkah yang harus dia ambil," ujar Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton ketika mengomentasi surat sepanjang tiga halaman yang dikirim untuk presiden AS.

Dalam surat itu Kolonel Gaddafi mendesak Obama untuk mengakhiri "perang tak adil" ini.

Sementara itu satu laporan yang belum bisa dikonfirmasi menyebut bahwa satu serangan udara koalisi merusak jaringan pipa minyak yang diperebutkan di Libia.

Wakil menteri luar negeri pemerintah Gaddafi mengatakan bahwa tiga penjaga tewas dan sejumlah staff lain luka-luka akibat serangan udara yang dilakukan pesawat-pesawat jet terhadap sumur minyak Sarir.

'Putera kami'

Juru bicara Gedung Putih mengomentari surat dari Kolonel Gaddafi dengan mengatakan aksi, bukan kata-kata, yang perlu dilakukan oleh pemimpin Libia itu.

Menyebut Barack Obama sebagai "putra kami", pemimpin Libia ini mendesak pemimpin AS itu untuk segera menyelesaikan "perang tak adil terhadap rakyat kecil negara berkembang", dan menyebut para pemberontak sebagai militan "al-Qaeda".

Dia mengatakan bangsanya merasa lebih disakiti secara "moral" daripada "fisik".

Obama Clinton

Amerika Serikat berkeras Gaddafi harus mundur

Sementara itu Hillary Clinton mengatakan di Washington: "Saya rasa bukan rahasia lagi mengenai langkah yang diharapkan dari Gaddafi saat ini.

"Harus ada gencatan senjata, pasukannya harus mundur dari kota-kota yang dikuasai dengan kekerasan dan memakan korban rakyat...

"Harus ada keputusan mengenai penyerahan kekuasaan... dan dia mengasingkan diri dari Libia."

Dalam perkembangan lain, seorang anggota Kongres AS telah tiba di Tripoli setelah menerima undangan dari pemerintah Libia.

Curt Weldon mengatakan dia akan mendesak Gaddafi untuk "mundur", dan meminta menarik pasukannya dari kota-kota di wilayah barat sementara para pemberontak tidak akan mencoba memperluas kekuasaan ke wilayah timur Libia.

Gedung Putih telah diberitahu mengenai kunjungan itu namun seorang juru bicara menegaskan Curtis Weldon bukan seorang utusan resmi pemerintah AS.

Perubahan taktik

NATO sebelumnya berjanji untuk berbuat semaksimal mungkin dalam melindungi warga sipil di kota Misrata yang dikepung oleh pasukan Gaddafi.

Para pemimpin pemberontak memperkirakan akan terjadi pembantaian dalam waktu seminggu jika NATO tidak melakukan aksi keras.

Wartawan BBC mengatakan bahwa pasukan pemberontak masih bersemangat tinggi tetapi tidak disiplin, meski sejumlah anggota militer mencoba mengkoordinasikan operasi mereka.

Dia mengatakan setelah melepas roket dan mortir tanpa sasaran jelas ke arah musuh, para pemberontak kemudian mundur tanpa ada kemauan untuk menyerang langsung tentara Gaddafi yang lebih terlatih.

Sementara itu pasukan pemerintah Libia mulai menyesuaikan operasi mereka untuk membuat serangan udara NATO tak membuahkan hasil, dengan tidak lagi mempergunakan tank atau kendaraan militer lain yang bisa dengan mudah diidentifikasi dan diserang.

Mereka mempergunakan truk dan menyamar seperti warga sipil agar dikira pejuang pemberontak.

Musuh-musuh Gaddafi masih belum terancam kehilangan kendali atas kota Benghazi namun mereka juga tidak memiliki kemampuan untuk memperluas wilayah kekuasaan mereka tanpa bantuan serangan udara NATO.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.