Spekulasi suksesi Korea berkembang

Terbaru  7 April 2011 - 10:38 GMT
Korea Utara

Korea Utara dipimpin oleh satu dinasti keluarga yang dikukltuskan

Satu sesi Parlemen Korea Utara yang cenderung mengikuti keputusan pemerintah diperhatikan dengan seksama karena dianggap pertanda suksesi.

Pengamat politik Korea Utara yakin putera Kim Jong-il bisa dipilih menjadi anggota Komisi Pertahanan Nasional.

Sesi parlemen ini merupakan pertemuan besar pertama sejak Kim Jong-un mulai terlibat dalam panggung politik.

Dengan fakta bahwa presiden Kim Jong-il sakit, masyarakat internasional sangat ingin proses suksesi berjalan stabil dan jelas.

Dalam perkembangan lain, deputi pertama Menteri Luar Negeri Korea Utara Kim Kye-gwan dilaporkan berada di Beijing untuk bertemu rekannya dari Cina yang merupakan upaya memulai kembali perundingan internasional mengenai penghentian program nuklir Korea Utara.

Kim Jon-un naik?

Putra bungsu Kim Jong-il ini dilantik sebagai jenderal bintang empat pada bulan September 2011 dan memegang posisi penting dalam partai yang berkuasa, Partai Pekerja.

Penunjukkan ke dalam badan pertahanan yang sudah diperkirakan sebelumnya ini akan mengukuhkan proses suksesi, dan membuatnya menjadi tokoh berkuasa nomor dua di negara itu.

Para pengamat proses suksesi ini akan resmi berakhir pada bulan April 2012, bertepatan dengan 100 tahun kelahiran mendiang Presiden Kim Il-sung, ayah pemimpin Korea Utara yang sekarang.

Sementara itu perundingan mengenai masalah yang lebih besar yaitu penghentian program nukli Korea Utara masih tetap terhenti oleh permintaan Korea Selatan agar Pyongyang "memintaa maaf secara tulus" bagi aksi agresi Korea Utara.

Agresi yang dimaksud adalah tenggelamnya kapal perang Cheonan pada bulan Maret tahun lalu yang menewaskan 46 personel angkatan laut Korea Selatan, dan penembakan pulau Yeonpyeong pada bulan November yang menewaskan empat orang.

Korea Utara menyangkal terlibat dalam kedua insiden ini dan menegaskan kejadian itu didorong oleh latihan militer Korea Selatan.

Veto Cina di Dewan Keamanan PBB mencegah Korea Utara mendapat sanksi langsung atas insiden tersebut.

Cina dan Korea Utara menyatakan siap memulai kembali perundingan enam negara yang bertujuan mengakhiri program nuklir Korea Utara "tanpa syarat".

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.