Usul perdamaian Uni Afrika diterima pemerintah Libia

Kolonel Muammar Gaddafi Hak atas foto REUTERS
Image caption Delegasi Persatuan Afrika sudah bertemu dengan Kolnel Muammar gaddafi.

Presiden Afrika Selatan, Jacob Zuma, mengatakan pemerintah Libia sudah menerima usulan perdamaian Uni Afrika untuk mengakhiri konflik di negara itu.

Zuma dan tiga pemimpin Afrika lainnya tiba di ibu kota Tripoli, Minggu 10 April, dan sudah bertemu dengan Kolonel Muammar Gaddafi.

Hari Senin, 11 April, keempat perwakilan Uni Afrika itu akan bertemu dengan pemimpin kelompok pemberontak di Benghazi, Libia timur.

Usulan yang disampaikan Uni Afrika itu mencakup gencatan senjata langsung, pembukaan saluran untuk bantuan kemanusiaan, dan perundingan antara kelompok pemberontak serta pemerintahan Gaddafi.

"Delegasi saudara pemimpin (Kolonel Gaddafi) sudah menerima peta jalan damai yang kami sampaikan," kata Zuma.

"Kita harus memberi kesempatan untuk gencatan senjata."

Serangan NATO

Uni Afrika mengirimkan lima delegasi ke Libia, yang terdiri dari empat pemimpin -yaitu Presiden Jacob Zuma dari Afrika Selatan, Mohamed Ould Abdel Aziz dari Mauritania, Amadou Toumani Toure dari Mali, Denis Sassou Nguesso dari Kongo- dan Menteri Luar Neger Uganda, Henry Oryem Okello.

Delegasi Uni Afrika itu sudah mendapat persetujuan dari Uni Eropa untuk menjadi penengah dalam krisis di Libia.

Sebelumnya NATO mengatakan telah menghancurkan 25 tank milik pemerintah Gadaffi dalam serangan udara di dekat Ajdabiya dan Misrata.

Sebelas diantaranya dihancurkan ketika tank-tank itu mendekati Ajdabiya sedangkan 14 lainnya di dekat Misrata, satu-satunya kota di kawasan di Libia barat yang masih dikuasai kelompok pemberontak.

Situasi di dua kota itu dilaporkan memprihatinkan di tengah-tengah upaya kelompok pemberontak mempertahankan diri dari serangan pasukan pendukung Gaddafi.

Serangan udara tersebut merupakan yang terbesar sejak serangan pasukan koalisi di Libia.

Berita terkait