Gbagbo tertangkap, rakyat diminta tenang

Terbaru  12 April 2011 - 00:24 GMT

Pendukung Alassane Outtara merayakan tertangkapnya Laurent Gbagbo.

Presiden Pantai Gading yang diakui PBB Alassane Outtara meminta rakyat negeri itu tenang setelah penangkapan eks presiden Laurent Gbagbo yang dramatis di Abidjan.

Dalam pidato resminya di televisi Outtara meminta rakyat Pantai Gading tidak melakukan kekerasan dan pembalasan dendam.

Selain itu, Outtara menyatakan proses investigasi tengah dilakukan atas Gbagbo dan dia menjanjikan rivalnya itu akan memperoleh pengadilan yang adil.

"Penyelidikan atas Gbagbo, istrinya Simone dan para kroninya akan dilakukan aparat hukum," tandas Outtara.

Dia juga menjanjikan jaminan keamanan untuk para mantan pengawal Gbagbo dan keluarganya.

Lebih jauh Outtara menegaskan dia segera membentuk komisi kebenaran dan rekonsiliasi.

"Negeri ini baru saja menutup sejarah menyakitkannya. Dan kini Pantai Gading memasuki era baru yang penuh kedamaian dan harapan," janji Outtara.

Dalam pertikaian bersenjata pasca pemilihan presiden tahun lalu itu, PBB memperkirakan sedikitnya 1.000 orang tewas dan 1 juta lainnya terpaksa meninggalkan negeri itu.

Kepala Pasukan Keamanan PBB Alain Le Roy memastikan bahwa Laurent Gbagbo dan istrinya berada di bawah penjagaan polisi PBB di Golf Hotel Abidjan dan dalam kondisi sehat.

"Saya harap kita segera menghentikan pertempuran agar negeri ini kembali normal"

Laurent Gbagbo

Stasiun televisi milik Outtara sempat menunjukkan Gbagbo tengah duduk di sebuah ruangan, terlihat lelah namun tak terluka sedikitpun.

Lewat televisi itu juga Gbagbo menyampaikan pesan untuk rakyat negeri itu untuk menghentikan semua aksi kekerasan.

"Saya harap kita segera menghentikan pertempuran agar negeri ini kembali normal," kata Gbagbo.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyambut baik tertangkapnya Gbagbo dan berharap dengan tertangkapnya mantan presiden itu maka konflik selama berbulan-bulan di Pantai Gading segera berakhir.

PBB, lanjut Ban, juga akan memberi dukungan penuh untuk pemerintahan baru negeri tersebut.

Dukungan serupa juga datang dari Presiden AS Barack Obama yang juga menyerukan agar semua kelompok segera meletakkan senjatanya demi mempercepat terbentuknya demokrasi.

Laurent Gbagbo menyerah setelah pasukan pro Outtara melancarkan serangan militer atas kediamannya di Abidjan, Senin (11/4).

Gbagbo menjadi penyulut krisis setelah dia tak mau menyerahkan kursi kepresidenan meski kalah dalam pemilu bulan November 2010.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.