Krisis nuklir Jepang memburuk

Terbaru  12 April 2011 - 10:59 GMT
Japan nuclear fukushima

Tingkat kebocoran radiasi di Fukushima masih kecil dibandingkan Chernobyl

Pemerintah Jepang menaikkan tingkat keparahan krisis nuklir yang terjadi ke tingkat tertinggi di posisi tujuh.

Keputusan ini menggambarkan jumlah total radiasi yang bocor PLT nuklir Fukusihima Daiichi yang sekarang terjadi, bukan karena kerusakan yang tiba-tiba semakin parah.

Tingkat keparahan di posisi ketujuh ini hanya pernah diterapkan pada bencana Chernobyl tahun 1986, dimana saat itu tingkat radiasi yang terjadi 10 kali lipat.

Hingga saat ini belum ada korban akibat kebocoran di Fukushima, dan kemungkinan jatuh korban manusia diperkirakan sangat rendah.

Sementara itu gempa bumi berkekuatan 6,0 pada skala Richter yang terjadi hari Selasa (12/04) menyebabkan pengelola PLT nuklir ini mengungsikan para pegawai.

Pengelola PLN nuklir Fukushima, Tokyo Electric Power Co, Tepco, mengatakan masih memeriksa kondisi reaktor setelah gempa namun mengatakan tidak ada masalah pada tenaga listrik dari luar.

Gempa ini terjadi satu bulan setelah gempa bumi dan tsunami di Jepang yang menewaskan 13.228 orang tewas dan 14.529 masih hilang. Lebih dari 150.000 orang kehilangan rumah mereka.

Dampak kebocoran

Chernobyl

Kebocoran PLN nuklir Chernobyl mencapai 5,2 juta terabequerel

Seorang pejabat dari Komisi Keamanan Nuklir Jepang mengumumkan lewat televisi bahwa tingkat krisis di PLT nuklir Fukushima Daiichi dinaikkan, dan menyatakan bahwa langkah ini adalah penilaian awal yang masih harus dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional, IAEA.

Para pejabat mengatakan tingkat bahaya ketujuh menggambarkan "kecelakaan besar" dengan "konsekuensi lebih luas" dari tingkat bahaya di bawahnya.

"Kami telah menaikkan tingkat keparahan ke posisi tujuh karena dampak kebocoran radiasi yang luas mulai dari udara, sayur mayur, air bersih dan laut," ujar Minoru Oogoda dari Badan Keamanan Nuklir dan Industri Nepang, yang merupakan badan pengawas nuklir pemerintah.

Saat melaporkan keputusan komite ini, IAEA mengatakan tingkat keamanan lima sebelumnya ditetapkan secara terpisah untuk insiden di Reaktor 1,2 dan tiga tetapi ketiganya sekarang disatukan menjadi satu insiden. Reaktor 4 yang juga rusak tetap berada di tingkat tiga.

Kantor berita Reuters mengutip seorang pejabat Tepco yang mengatakan kebocoran radiasi belum benar-benar berhenti dan pada akhirnya bisa melebihi situasi di Chernobyl.

akan tetapi, juru bicara badan keamanan nuklir mengatakan kepada para wartawan bahwa tingkat kebocoran masih lebih kecil dibandingkan PLT nuklir Ukraina yang saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet.

"Dari volume materi radioaktif yang bocor, perkiraan kami menunjukkan tingkatnya sekitar 10% dari jumlah yang bocor oleh Chernobyl," ujarnya.

Keputusan meningkatkan tingkat ancaman itu diambil setelah radiasi yang bocor dari PLN nuklir yang rusak itu berjumlah total hingga 630.000 terabequerel.

Jumlah itu tergolong dalam tingkat krisis ketujuh menurut Skala Peristiwa Nuklir dan Radiologikal Internasional, INES.

Maish belum jelas kapan tetatnya tingkat itu tercapai. Media melaporkan tingkat itu kemudian turun pada posisi kurang dari satu terabequerel per ham.

Sebagai perbandingan, pemerintah Jepang mengatakan kebocoran di Chernobyl mencapai 5,2 juta terabequerel.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.