Ruang bawah tanah imigran gelap di Moskow

Terbaru  15 April 2011 - 00:35 WIB
Warga Moskow

Diperkirakan jumlah imigran gelap di Moskow mencapai beberapa juta.

Kepolisian Moskow dan Kantor Imigrasi Rusia menemukan sebuah ruang bawah tanah yang dihuni para imigran gelap.

Lebih dari seratus pria dan wanita tinggal di tempat yang disebut polisi sebagai kota imigran gelap bawah tanah, yang dikelilingi dinding tembok setinggi empat meter dan kawat berduri.

"Tempat tinggal itu dilengkapi dengan kamar mandi, kamar tidur, dan bahkan ruang sembahyang," kata Andrei Mishel dari Kementrian Dalam Negeri Rusia.

Disebutkan bahwa sebagian besar dari imigran itu berasal dari kawasan Asia Tengah dan mereka bekerja di ruang perlindungan bawah tanah peninggalan jaman perang itu untuk membuat pisau dan jarum bagi mesin jahit.

Jalan masuk ke ruang bawah tanah tersebut ditemukan di halaman pabrik yang tertutup untuk umum. Tak jauh dari tempat itu terletak pabrik yang memproduksi sistem persenjataan rudal.

Sebagian besar imigran yang ditemukan di ruang bawah tanah terancam deportasi dan beberapa akan diselidiki karena dugaan tindak kriminal.

Berdasarkan UU Imigrasi Rusia, setiap imigran gelap diancam denda setara dengan US$150 sementara majikannya sebesar US$25.000 untuk setiap imigran gelap yang ditemukan.

Tahun lalu, sebanyak 10.000 imigran gelap berhasil dipulangkan dari Rusia.

Menurut walikota Moskow, Sergei Sobyanin, tercatat sekitar 250.000 imigran ekonomi di Moskow namun jumlah yang sebenarnya mendekati beberapa juta.

Para pengamat imigrasi di Rusia memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 10 juta.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.