AS bantu rekonstruksi Jepang

Terbaru  17 April 2011 - 14:21 WIB
Clinton

Hillary Clinton saat bertemu Menlu Jepang menyepakati kerjasama rekonstruksi

Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat mengunjungi Jepang sebagai bagian dari solidaritas bencana mengumumkan kalau AS dan Jepang setuju untuk membangun ''kerjasama untuk rekonstruksi'' dibawah kontriol pemerintah Jepang.

Jepang mengatakan kesepakatan ini sebagai "tindakan pemecahan masalah global yang dibutuhkan''.

Amerika juga meminjamkan kapal angkatan lautnya untuk upaya pertolongan korban gempa.

Kesepakatan AS dan Jepang ini sekaligus memperbarui hubungan kedua negara yang sebelumnya menegang akibat perselisihan pangkalan militer AS.

Selama ini kehadiran sejumlah pangkalan militer AS di kawasan selatan pulau Okinawa Jepang memang menjadi sumber ketegangan diantara kedua negara.

Perdana Menteri terdahulu Yukio Hatoyama, mundur dari jabatan setelah dituduh untuk membatalkan janji untuk memindahkan salah satu pangkalan militer tersebut.

Jamuan kerajaan

''Ini adalah kehormatan besar untuk berada disini dan menunjukan keterikatan dan persahabatan yang kuat didalam hati kedua warga negara,'' demikian pernyataan Hillary Clinton kepada Menteri Luar Negeri Jepang Takeaki Matsumoto saat tiba di Tokyo.

Nyonya Clinton akan menghabiskan setengah hari di Tokyo, dan selama kunjungannya itu dia juga akan bertemu Perdana Menteri Naoto Kan dan menghadiri pesta teh yang diadakan oleh Raja Akihito dan Ratu Michiko.

Bantuan AS untuk Jepang juga termasuk pengiriman ahli nuklir untuk menangani krisis PLTN Daiichi Fukushima yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Dalam penanganan nuklir itu Amerika juga menyediakan mesin pemadam api, pompa dan pakaian pelindung radiasi, termasuk kapal tongkang pembawa air bersih untuk mendinginkan reaktor dan serum untuk mencegah situasi semakin memburuk.

Operasi kerjasama AS-Jepang dini diberi nama Operasi Tomodachi, atau dalam bahasa Jepang berarti teman.

AS menurunkan lebih dari 20.000 personil, sekitar 160 pesawat dan 20 kapal untuk operasi ini.

Tekanan untuk Kan

Fukushima

Jepang dianggap lamban menangani krisis PLTN Fukushima

Perdana Menteri Naoto Kan saat ini mendapat tekanan dari publik karena dianggap lamban dalam mengatasi bencana, disertai pernyataan sejumlah pejabat AS yang dilaporkan mengungkapkan rasa kekecewaan atas informasi yang diberikan Jepang terkait situasi terkini PLTN.

Tingkat radio aktif di air laut dekat PLTN dilaporkan meningkat tajam Jumat pekan lalu, meningkatkan kemungkinan adanya bocoran baru.

Dalam sebuah pernyataan di koran AS, Kan mengatakan prioritas utamanya adalah menangani krisis nuklir sebaik mungkin.

"Saya berjanji kalau pemerintah Jepang akan menangani secara menyeluruh penyebab insiden ini, termasuk berbagi informasi dan menjadi pelajaran bagi negara di dunia lainnya untuk mencegah agar insiden serupa terjadi di masa mendatang,'' imbuhnya.

Tetsuro Kato, profesor politik di Universitas Wased meyakini kalau tujuan kunjungan Clinton ini untuk melihat ''apakah pemerintahan Kan mampu menangani krisis''.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.