Pencari suaka di Australia kembali rusuh

Terbaru  21 April 2011 - 08:49 WIB

Australia biasanya menempatkan para pencari suaka di Pulau Christmas.

Sekitar 100 orang pencari suaka membakar sembilan buah bangunan dalam sebuah kerusuhan di pusat penampungan pengungsi Villawood, Sydney, Kamis (21/4) dinihari.

Di antara bangunan yang terbakar termasuk ruang komputer, dapur, fasilitas kesehatan dan ruang mencuci pakaian.

Departemen Imigrasi Australia mengatakan upaya mengendalikan kerusuhan masih terus berlangsung hingga berita ini diturunkan.

"Upaya-upaya darurat tengah dilakukan untuk mengendalikan situasi di Pusat Penampungan Imigrasi Villawood. Sekitar 100 orang pencari suaka diyakini terlibat dalam kerusuhan ini," kata juru bicara Departemen Imigrasi Sandi Logan.

"Dalam satu kesempatan para pengunjuk rasa membongkar genting dan merusak perabotan. Sementara lainnya melemparkan balok-balok kayu ke arah pemadam kebakaran," tambah Sandi sambil mengatakan bahwa dalam kejadian itu tak satu orangpun terluka.

Namun, Logan menambahkan, para pencari suaka yang saat ini masih bertahan di atas atap gedung menuntut pertemuan dengan pejabat Departemen Imigrasi.

"Sampai mereka turun kami tidak akan bernegosiasi. Kami kini tengah berupaya membujuk mereka agar mau turun dari atap gedung," kata Logan.

Kebijakan yang digunakan Australia selama ini adalah menampung para pencari suaka di pusat-pusat penampungan selama permohonan mereka diproses.

"Apa yang terjadi adalah perwujudan sebuah rasa putus asa"

Brami Jegan

Salah satu lokasi penampungan pencari suaka itu adalah Pulau Christmas yang lokasinya terpencil.

Namun, akibat jumlah pencari suaka yang terus bertambah maka sebagian dari mereka terpaksa ditampung di daratan Australia, seperti penampungan Villawood di Sydney yang dihuni 400 orang.

Bulan lalu, kerusuhan juga terjadi di pusat penampungan Pulau Christmas. Saat itu sekitar 250 orang pengungsi membakar tenda-tenda yang menampung para pencari suaka.

Aktivis Refugee Action Coalition Brami Jegan kepada ABC mengatakan penyebab kerusuhan itu adalah rasa frustrasi yang diderita para pencari suaka.

"Apa yang terjadi adalah perwujudan sebuah rasa putus asa. Kejadian ini sebenarnya adalah sebuah jeritan permintaan tolong," kata Jegan sambil menambahkan sebagian pencari suaka sudah tinggal selama dua tahun di Villawood.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.