Polisi Suriah tembaki pelayat di pemakaman

Terbaru  24 April 2011 - 02:23 WIB
Pengunjuk rasa Suriah

Sejumlah orang diterjang peluru aparat keamanan saat berunjuk rasa hari Jumat (22/4)

Aparat keamanan Suriah menembak mati sedikitnya 12 orang pada pemakaman demonstran antipemerintah yang tewas hari Jumat.

Sejumlah saksi mengatakan, petugas keamanan menembaki para pelayat hari Sabtu (23/4) yang sedang menghadiri pemakaman di Damaskus dan dekat tempat bentrokan berdarah di Deraa.

Bahkan pegiat di Suriah mengatakan sedikitnya 100 orang tewas di tangan aparat keamanan dalam dua hari terakhir.

Penembakan terhadap para pelayat yang mengebumikan mereka yang tewas dalam aksi protes besar hari Jumat dilaporkan terjadi di beberapa, kota termasuk Damaskus.

Mohammad dari kota Homs mengatakan kepada BBC: "Hari ini kota Homs sepi, tak ada seorangpun berani berjalan di luar rumah. Mereka menangkap siapa pun yang ditemukan berada di luar rumah dan mereka sekarang mulai menembaki dan membunuh siapapun yang berada di luar rumah karena kami datang ke pemakaman dan membawa orang syahid ini tempat peristirahatan terakhir."

Mundur

Sementara itu dua anggota parlemen Suriah menyatakan mengundurkan diri sebagai protes terhadap pertumpahan darah di negaranya.

Dalam pergolakan di Suriah lebih dari 70 orang dilaporkan tewas. Dan selama lima minggu ini lebih dari 300 tewas akibat tindak kekasan di Suriah.

Khalil al-Rifaei dan Naser al-Hariri mewakili kota Deera di selatan tempa terjadinya kerusuhan terburuk pada hari Jumat.

"Jika saya tidak mampu melindungi dada para pemuda dari peluru tajam pengkhianat ini maka saya tidak memiliki arti lagi hadir di Parlemen. Saya mengumumkan pengunduran diri"

Naser al-Hariri

Dalam wawancara dengan televisi al Jazeera hari Jumat, Rifaei mengatakan penyelesaian keamanan tidak dapat berjalan

Sedangkan Hariri menjelaskan, "Jika saya tidak mampu melindungi dada para pemuda dari peluru tajam pengkhianat ini maka saya tidak memiliki arti lagi hadir di Parlemen. Saya mengumumkan pengunduran diri."

Sementara itu mufti di Provinsi Deera mengundurkan diri sebagai protes terhadap pembunuhan para pengunjuk rasa oleh petugas keamanan.

"Sebagai orang yang diberi tugas mengeluarkan fatwa saya mengajukan pengunduran diri, karena banyaknya korban dan syuhada akibat tembakan polisi," ujar Rezq Abdulrahman Abazeid kepada televisi Al Jazeera.

"Ketika mereka yang ada di tingkat atas mengumumkan tidak akan ada penembakan terhadap pengunjuk rasa, kami melihat kebenaran di lapangan tidak seperti itu," katanay dikutip Reuters.

Abazeid merupakan tokoh agama pertama di Suriah yang mengundurkan diri terkait tindakan kekerasan aparat Suriah terhadap pengunjuk rasa.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.