Thailand, Kamboja kembali bentrok

Hak atas foto AP
Image caption Candi Phreah Vihear di perbatasan Thailand dan Kamboja tempat terjadinya bentrokan senjata.

Bentrokan senjata antara pasukan Thailand dan Kamboja kembali pecah hari Sabtu (23/04) ini di kawasan perbatasan yang menjadi rebutan kedua negara.

Perseteruan terjadi sehari setelah pasukan Thailand dan Kamboja bentrok dalam sebuah kontak senjata yang menewaskan enam serdadu.

Kedua belah pihak mengatakan kali ini serdadu terlibat kontak senjata di hutan sekitar Candi Preah Vihear yang menjadi rebutan kedua negara.

"Perseteruan kembali terjadi sekitar pukul 6 pagi waktu setempat dengan serangan senjata dan mortar," ujar juru bicara militer Thailand, Colonel Prawit Hookaew.

"Saat ini kami sedang berusahan menghentikan pertarungan," ujar dia.

Pihak Kamboja juga membenerkan terjadinya pertarungan.

Belum ada informasi mengenai adanya korban jiwa dalam pertempuran di hari Sabtu ini.

Ketegangan di kawasan candi Preah Vihear semakin meningkat di Februari setelah Thailand dan Kamboja sama-sama mengklaim menguasai kawasan tersebut.

Setidaknya 10 orang tewas dalam bentrokan diantara dua negara bertetangga di bulan Februari.

Indonesia, yang menjadi penengah untuk kepentingan Asosiasi Negara Asia Tenggara, Asean, telah meminta gencatan senjata secepatnya.

Pertikaian antara kedua negara ini terjadi akibat perebutan candi abad 11 Preah Vihear.

Mahkamah Internasional sebenarnya telah menyerahkan Candi yang berada di kawasan pegunungan perbatasan diantara kedua negara ini kepada Kamboja pada tahun 1962.

Tapi karena dengan alasan nasionalisme dan kepercayaan, Thailand juga mengklaim berhak atas candi dan kawasan disekitarnya, dan menimbulkan sejumlah pertikaian kecil dalam beberapa tahun

ini.

Berita terkait