Cina tangkapi warga Kristiani

Shouwang Hak atas foto Reuters
Image caption Anggota jemaat gereja Shouwang ditangkapi polisi Cina

Setidaknya 20 penganut Kristen Protestan Cina ditangkap ketika berkumpul hendak menjalankan misa Paskah di Beijing.

Jemaat dari gereja Shouwang hendak menjalankan upacara sembahyang di luar karena mereka tidak memiliki gedung sama sekali.

Dalam beberapa minggu terakhir polisi telah menangkap belasan orang dari gereja yang memiliki sekitar 1000 jemaat itu.

Pihak berwenang juga melakukan penekanan yang lebih luas -- mengganggu wartawan asing dan menangkapi pengacara dan aktivis.

Salah satu tahanan yang paling terkenal adalah seniman Ai Weiwei, yang ditangkap saat hendak naik pesawat awal bulan ini.

Keluarganya mengatakan tidak tahu keberadaanya dan apakah ia dituduh melakukan pelanggaran, atau apakah ia secara resmi ditangkap.

Dikekang

Undang undang Cina menjamin kebebasan beragama, tetapi Partai Komunis mengontrol tempat peribadatan.

Diperkirakan ada 70 juta ummat Kristiani di Cina, dengan 20 juta diantaranya beribadat di gereja yang direstui pemerintah.

Sisanya beribadat dengan kelompok yang tak terdaftar atau gereja rumah.

Kelompok-kelompok ini pada dasarnya ditolerir, tetapi pemimpin gereja Shouwang belakangan membuat jengkel pemerintah karena hendak menjalankan peribadatan di tempat terbuka.

Wartawan BBC Damian Grammaticas di Beijing mengatakan polisi sudah bersiap siaga di setiap pojok jalan ketika para jemaat dijadwalkan bertemu Minggu pagi.

Dikatakan siapapun yang diduga anggota gereja Shouwang dimasukkan ke bis dan dibawa ke kantor polisi.

Salah satu pemimpin gereja tersebut, Jin Tianming, yang berstatus tahanan rumah, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sekitar 20 hingga 30 jemaatnya ditahan kepolisian.

Ia mengatakan mereka yang ditahan dibawa ke kantor polisi yang berbeda-beda.

Sekitar 100 jemaat Shouwang ditahan awal bulan ini dan 12 pemimpinnya dikenai status tahanan rumah.

Bob Fu dari Christian China Aid Association yang berpusat di Amerika mengatakan pencekalan terhadap warga Kristen justru lebih besar lagi di Beijing.

Ia mengatakan tekanan juga dialami warga di kota Guangzhou karena mereka tidak diberi ijin untuk menggelar peringatan Paskah.

Pihak berwajib belum memberikan komentarnya atas penahanan maupun berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada mereka.

Berita terkait