Fatah, Hamas sepakat rekonsiliasi

Terbaru  28 April 2011 - 04:04 WIB
Abbas (kiri) dan Meshal

Mahmoud Abbas (kiri) dan Khaled Meshaal akan menandatangani perjanjian resmi pekan depan

Presiden Otorita Palestina Presiden Mahmoud Abbas dan kelompok Hamas yang menguasai Gaza menyepakati rekonsiliasi, menurut para pejabat.

Berdasarkan kesepakatan yang ditengahi Mesir, kedua belah pihak akan membentuk pemerintahan sementara dan menyelenggarakan pemilihan umum.

Dua kelompok itu terpecah selama lebih empat tahun dengan Hamas berkuasa di Gaza dan Fatah memegang wewenang di Tepi Barat.

Israel segera menanggapi langkah ini dengan mengatakan Otorita Palestina tidak dapat meraih perdamaian dengan Hamas dan Israel.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu megnatakan: "Saya harap Otorita Palestina akan membuat langkah yang tepat - perdamaian dengan Israel."

Hamas melakukan pemboman dan serangan roket terhadap Israel selama bertahun-tahun dan tidak mengakui eksistensi Israel.

Amerika Serikat menanggapi berita itu dengan mengatakan pemerintah Palestina bersatu yang terbentuk harus mengecam kekerasan dan mengakui Israel.

Penandatangan perjanjian

Tahir al-Nounou, seorang juru bicara Hamas yang berada dalam pertemuan di ibukota Mesir mengatakan kepada BBC: "Hamas dan Fatah telah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi secara prinsip di di Kairo.

"Penandatanganan akhir akan dilakukan satu minggu dari sekarang. Kairo akan mengundang Mahmoud Abbas dan (pemimpin Hamas) Khaled Meshaall serta perwakilan dari semua faksi Palestina."

Nounou mengatakan semua perbedaan pendapat telah diatasi.

Menanggapi pernyataan Israel, Nounou mengatakan Israel "tidak pernah memperhatikan rekonsiliasi Palestina dan sebelumnya juga menghalangi".

Fatah dan Hamas hampir menyepakati perjanjian tahun lalu namun Hamas menarik diri dengan mengatakan istilah dalam kesepakatan diubah tanpa kesepakatan mereka. Sejak itu, Abbas terus mengupayakan rekonsiliasi.

Ketua juru runding Fatah Azzam al-Ahmad mengatakan: "Kami sepakat untuk membentuk pemerintahan yang terdiri atas tokoh independen dan akan memulai persiapan pemilihan presiden dan parlemen.

"Pemilu akan dilaksanakan sekitar delapan bulan dari sekarang," katanya.

Juru bicara Abbas Sabri Saiden menambahkan: "Kami akan pusatkan untuk meraih Palestina bersatu; bila kami ingin mencapai perjanjian dengan Israel, kami harus memiliki konsensus Palestina."

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.