Thailand-Kamboja bentrok lagi

Tentata Kambaoja Hak atas foto AFP
Image caption Tentara Kamboja berjaga-jaga didekat perbatasan Thailand - Kamboja di propinsi Oddar Meanchey

Seorang tentara Thailand tewas dalam bentrokan baru di perbatasan Thailand - Kamboja meskipun gencatan senjata telah dicapai beberapa jam sebelumnya, kata para pejabat Thailand.

Juru bicara militer Thailand mengatakan empat tentara Thailand juga terluka dalam tembak menembak itu.

Pertempuran dimulai satu minggu lalu dan berpusat di sekitar dua kuil kuno di daerah hutan yang menjadi sengketa kedua negara.

Bentrokan itu telah membuat ribuan orang mengungsi dan setidaknya 15 tentara tewas.

Thailand mengatakan seorang warga sipil Thailand juga tewas.

Para pejabat Thailand menyiratkan bahwa bentrokan hari Jum'at tidak sesengit perang sebelumnya sehingga kemungkinan masih ada peluang untuk menyelamatkan gencatan senjata.

Hak atas foto BBC World Service

Seperti sebelumnya, kedua negara saling menuduh pihak lain memulai perang.

Ketika menyalahkan Kamboja, seorang juru bicara tentara Thailand, Kolonel Sansern Kaewkamnerd, mengatakan "satuan-satuan lokal mungkin tidak sependapat dengan perundingan semudah para komandan mereka".

Komandan Kamboja, Kolonel Suos Sothea mengatakan bentrokan dimulai setelah Thailand menembakkan meriam ke Kamboja pada Jumat pagi.

"Kita tidak bisa mempercayai orang Thailand," katanya. "Kemarin mereka mengatakan akan berhenti bertempur dan sekarang mereka menyerang kita lagi."

Kekerasan meledak tanggal 22 April, terutama di sekitar kuil Ta Krabey dan Ta Moan. Pertempuran kemudian menyebar sebentar ke lokasi ke tiga - kuil Preah Vihear yang terletak di atas pegunungan - pada hari Selasa.

Beberapa wilayah perbatasan Thailand - Kamboja belum secara resmi ditetapkan garisnya dan masalah ini menyulut perasaan nasionalisme di kedua negara dan bentrokan sporadik.

Pertempuran terjadi tiga tahun lalu menjelang pemilihan umum di Kamboja, dan bentrokan terbaru terjadi ketika pemerintah Thailand akan menentukan hari pemilihan dalam beberapa minggu ke depan.

Berita terkait