Ditemukan kejahatan berat di Kirgistan

Revolusi April 2010 di Kirgistan Hak atas foto AFP
Image caption Revolusi April 2010 di Kirgistan menewaskan ratusan orang.

Penyelidikan independen atas kerusuhan etnis di Kirgistan tahun lalu menyebutkan adanya pelanggaran berat hukum internasional -yang sebagian bisa mendekati kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan itu menekankan kelemahan struktur pemerintah dan kemungkinan keruwetan personel keamanan sebagai faktor.

Pemerintah Kirgistan mengutuk temuan laporan itu sebagai hal yang "tidak bisa diterima".

Kerusuhan pada bulan Juni 2010 antara warga suku Uzbek dan Kirgis menelan korban jiwa ratusan orang di bagian selatan negara itu.

Tindak kekerasan -yang terutama terjadi di kota Osh dan Jalalabad- menyusul kerusuhan selama berminggu-minggu setelah penggulingan Presiden Kurmanbek Bakiyev dalam pemberontakan rakyat bulan April 2010.

'Target pilihan'

Laporan dari Komisi Penyelidikan Kirgistan itu mengatakan serangan-serangan itu menyebabkan "banyak orang tewas dan luka-luka di kedua pihak, dengan jumlah korban tewas 470 dan ribuan lainnya luka-luka.

Hak atas foto AFP
Image caption Puing-puing pasca kerusuhan di Kirgistan; suku Uzbek paling banyak tewas

Penyelidikan ini dipimpin oleh Kimmo Kiljunen, yang merupakan wakil khusus Majelis Parlementer OSCE untuk Asia Tengah, dan dia mengatakan "lembaga-lembaga negara yang rapuh dan aturan hukum yang lama" menyulut konflik itu.

Dikatakannya mayoritas ,atau sekitar 74%, dari mereka yang terbunuh adalah warga Uzbek dan 25% orang Kirgis.

"Tanggung jawab pokok pemerintah mana pun adalah melindungi semua warga negaranya; kewajiban ini tidak terpenuhi di bagian selatan Kirgistan bulan Juni tahun lalu," kata Kiljunen.

Laporan yang didasarkan pada 750 wawancara dengan saksi mata dan analisis bukti nyata, menyebutkan ketegangan yang berlangsung selama ini juga ikut menjadi penyebab.

Berita terkait