Mantan Nazi berusia 97 tahun diadili

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Sandor Kepiro (rambut putih) berbicara pada wartawan di Pengadilan Budapest.

Sandor kepiro, 97, warga Hongaria mantan anggota Nazi menjalani pengadilan atas tuduhan melakukan kejahatan perang.

Lembaga Simon Wiesenthal memasukkan Sandor Kepiro sebagai salah satu penjahat perang Nazi yang paling dicari.

Dia dianggap bertanggung jawab atas pembantaian warga sipil di Serbia pada tahun 1942.

Dalam pembantaian selama tiga hari di kota Novi Sad itu diperkirakan sebanyak 1.200 orang Yahudi, Serbia dan Roma tewas

Namun, saat Kepiro tiba di pengadilan kepada wartawan dia menegaskan tidak bersalah dan menyebut pengadilan itu sebagai sebuah sirkus.

Dengan menggunakan tongkat dia berjalan perlahan menuju pengadilan Budapest.

Dan saat dia duduk di kursi terdakwa, Kepiro menunjukkan selembar kertas bertuliskan "Para pembunuh pria berusia 97 tahun."

Ditembak di jalan

Sandor Kepiro dituduh terlibat dalam kejahatan perang. Jaksa penuntut mengatakan Kepiro dianggap memberi perintah eksekusi mati terhadap 36 orang.

Pada Januari 1942 tentara Hongaria yang adalah sekutu Nazi Jerman mengumpulkan warga di tepian sungai Danube di kota Novi Sad, Serbia untuk kemudian ditembak.

Lea Ljubibratic yang selamat dari pembantaian itu mengatakan setelah ditembak mereka langsung membuang korbannya ke sungai yang tengah membeku.

"Mereka juga mengambil orang dari rumahnya dan menembak mereka di jalanan," kenang Lea.

Sebenarnya, Sandor Kepiro pernah diputus melakukan pembunuhan di Hongaria tahun 1944. Namun vonis itu dibatalkan pemerintah dan kemudian dia kabur ke Argentina.

Dia kembali ke Hongaria tahun 1966 dan kemudian jejaknya terlacak Lembaga Simon Wiesenthal yang memfokuskan diri mengejar para penjahat perang ini.

Sandor Kepiro ditemukan tahun 1976 di sebuah flat sederhana dekat sebuah sinagoga di Budapest.

Kepiro kemudian menuntut direktur Lembaga Simon Wiesenthal Efraim Zuroff karena diangga mencemarkan nama baik.

Namun tuntutannya ini ditolak pengadilan pada Selasa (3/5) lalu.

Pengadilan Budapest memutuskan Efraim Zuroff berhak menyebut Kepiro sebagai penjahat perang sesuai vonis pengadilan tahun 1944.

Tahun lalu kepada televisi Hongaria Sandor Kepiro mengakui dia berada di Novi Sad saat pembantaian terjadi.

"Namun saya tidak menyesali apapun. Saya hanya menjalankan tugas," kata Kepiro saat itu.

Berita terkait