Microsoft membeli Skype US$8,5 miliar

Terbaru  11 Mei 2011 - 09:36 WIB
Layanan Skype

Harga pembelian Skype dianggap sejumlah kalangan terlalu tinggi dibanding nilainya

Microsoft akhirnya membenarkan perusahaan piranti lunak terbesar dunia ini membeli perusahaan layanan telepon lewat internet, Skype.

Microsoft akan membayar US$8,5 miliar (sekitar Rp72 triliun) untuk pembelian Skype, dan ini menjadi akuisisi terbesar yang pernah dilakukan Microsoft.

Skype yang berbasis di Luksemburg memiliki 663 juta penggunan di seluruh dunia.

Rumah lelang internet eBay sebelumnya pernah membeli Skype seharga US$2,6 miliar (sekitar Rp22 trilun) tahun 2006, sebelum kemudian menjualnya seharga 70% harga belinya tahun 2009, seharga US$2 miliar.

Pembelian saham mayoritas ini dilakukan oleh sekelompok investor dipimpin oleh firma ekuitas Silver Lake and Andreessen Horowit.

Pemegang saham utama lain adalah perusahaan teknologi Joltid serta Badan Investasi Pensiun Kanada.

Saham Microsoft mengakhiri perdagangannya di bursa New York dengan turun 0,5% pada US$25.68.

Sebaliknya saham eBay, yang punya saham di Skype, melonjak hingga 2,5%.

'Langkah defensif'

CEO Microsoft Steve Ballmer mengatakan "Skype adalah layanan fenomenal yang disukai jutaan orang di seluruh dunia. Bersama kami akan menciptakan komunikasi real-time masa depan sehingga orang bisa terus terhubung dengan keluarga, teman, klien dan kolega dimana saja berada."

Skype akan menjadi divisi baru di bawah Microsoft, sementara CEO-nya, Tony Bates, akan tetap memimpin perusahaan ini dan langsung melapor pada Ballmer.

"(Pembelian) Ini merupakan aset strategis sekaligus langkah defensif [bagi Microsoft]," kata Colin Gillis, seorang analis pada BGC Financial.

"Kalau Microsoft bisa mengembangkan sistem ini pada Windows 8, maka mereka akan unggul. mereka akan terbantu masuk ke pasar komputer tablet."

Analis lain memandang langkah ini dilakukan Microsoft dalam upayanya memperbaiki layanan konferensi videonyaamun .

"Kalau Anda ingat [Skype] cuma berharga US$2,5 miliar 18 bulan sebelumnya saat sebagian sahamnya dijual, maka US$8,5 miliar nampaknya kemahalan"

Michael Clendenin

Namun perbincangan yang belum usai di kalangan pebisnis teknologi informasi adalah kenapa harga Skype begitu tinggi saat dibeli Microsoft.

meski US$8,5 miliar tidak akan memberatkan raksasa piranti lunak itu, namun banyak yang mempertanyakan apakah harga itu pantas untuk sebuah perusahaan yang kesulitan menghasilkan laba.

Kata Michael Clendenin, Direktur pelaksana pada firma konsultan RedTech Advisors: "Kalau Anda ingat [Skype] cuma berharga US$2,5 miliar 18 bulan sebelumnya saat sebagian sahamnya dijual, maka US$8,5 miliar nampaknya kemahalan."

Skype didirikan tahun 2003.

Panggilan kepada pengguna Skype lain gratis, sementara perusahaan mengenakan biaya kepada pengguna yang memakai layanan itu untuk mengontak atau dikontak nomor tetap atau telepon genggam.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.