Israel hadang kapal bantuan Malaysia

Sebanyak 12 orang berada di kapal MV Finch yang dihadang kapal AL Israel Hak atas foto AFP
Image caption Sebanyak 12 orang berada di kapal MV Finch yang dihadang kapal AL Israel

Kapal Angkatan Laut Israel melepaskan tembakan peringatan ke kapal Malaysia yang mengangkut bantuan untuk Gaza.

Insiden itu terjadi ketika kapal bantuan kemanusiaan itu sedang mendekati perairan Jalur Gaza pukul 0654 waktu setempat (1054 WIB) Senin pagi (16/5).

Menurut kantor berita Malaysia, Bernama, beberapa kapal AL Mesir kemudian mendekati MV Finch dan mengawalnya ke Pelabuhan El-Arish di Mesir setelah menerima pesan permintaan bantuan dari kapal Malaysia tersebut.

Wartawan Bernama, Mohd Faizal Hassan, yang menyertai tim kemanusiaan di MV Finch mengatakan Angkatan Laut Israel memerintahkan kapten kapal tersebut untuk mundur sebelum melepaskan tembakan peringatan.

Melalui kontak telepon dan SMS, Faizal mengatakan, kapal bantuan tersebut dibuntuti kapal-kapal perang Israel selama sekitar setengah jam.

Menurut Bernama, 12 orang penumpang dan ABK MV Finch selamat meski salah seorang dari mereka nyaris terkena tembakan, kata Faizal.

Mereka terdiri dari tujuh warga Malaysia, dua aktivis warga Irlandia, dua warga India dan seorang Kanada.

Misi pengiriman bantuan untuk Gaza dengan kapal MV Finch itu disponsori oleh Perdana Global Peace Foundation.

Yayasan ini dimotori oleh mantan perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad.

''Kapal tersebut berada di zona keamanan Palestina sekitar 400 meter dari garis pantai Gaza ketika dihadang oleh pasukan angkatan laut Israel,'' kata Shamsul Azhar dari Perdana Global Peace Foundation, seperti dikutip kantor berita AFP.

Pipa plastik

Hak atas foto BBC World Service
Image caption Kapal bantuan kemanusiaan Mavi Marmara diserbu oleh pasukan komando Israel

Azhar menambahkan MV Finch kini merapat di El-Arish untuk beberapa hari.

Kapal tersebut bertolak dari pelabuhan Piraeus di Yunani pada 11 Mei dengan mengangkut pipa plastik untuk memperbaiki sistem pembuangan limbah publik yang hancur di Gaza.

Perdana Global Peace Foundation juga menyertakan tim dalam aksi kemanusiaan internasional 2010 untuk menerobos blokade Israel terhadap Jalur Gaza dari laut.

Pasukan komando internasional menghadang dan menyerbut konvoi kemanusiaan tersebut. Akibatnya, sembilan orang warga Turki di salah satu kapal kemanusiaan terbunuh.

Israel mengatakan blokade terhadap Gaza yang sudah berlangsung sejak tahun 2006 bertujuan untuk menghalangi Hamas mendapatkan persenjataan, uang, atau bahan yang bisa dipergunakan untuk menyerang Israel.

Namun, Palestina menyatakan blokade itu mencegah warga Palestina mendapatkan bahan dan barang-barang yang sangat diperlukan untuk membangun kembali prasarana di wilayah mereka.

Pelanggaran

Jurubicara militer Israel mengukuhkan bahwa kapal berbendera Moldova itu dihadang oleh AL Israel hari Senin.

''Kapal patroli angkatan laut menghubungi kapal yang mengaku menuju pantai Gaza itu. Begitu kapal masuk ke perairan Israel dan tidak menjawab panggilan untuk berbalik, tembakan peringatan ke udara dilepaskan dan dia kembali ke El-Arish.

Menurut wartawan Bernama, Mohd Faizal Hassan, setelah AL Israel melepaskan tembakan pertama kapten kapal Jalil Mansor terdengar menjawab ke pihak AL Israel, ''Ini pelanggaran hukum terhadap kapal sipil tidak bersenjata.''

Setelah itu, terjadi kontak radio antara kapten kapal dan aparat Israel yang ngotot MV Finch harus berbalik.

Militer Israel kemudian mendekati kapal bantuan dari belakang dan kembali melepaskan satu kali tembakan.

Kapten kapal tetap mengarahkan MV Finch ke arah Jalur Gaza, sementara aktivis kemanusiaan Derek Gaham dari pesawat radio MV Finch memperingatkan Israel bahwa mereka melanggar hukum internasional, dan bahwa mereka menembak ke arah kapal sipil.

Setelah menyatakan mereka hanya melepaskan tembakan peringatan, militer Israel melepaskan dua tembakan lagi.

Tidak lama kemudian, AL Mesir terdengar memberitahu aparat Israel melalui radio agar menghentikan tembakan dan menyatakan kapal bantuan berada di perairan Mesir. Setelah kontak radio itu, pasukan Israel menjauh, lapor Bernama.

Berita terkait