Pembunuhan Osama bisa jadi preseden

Terbaru  17 Mei 2011 - 21:05 WIB
Osama Bin Laden ditembak mati tentara Amerika di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011

Osama Bin Laden ditembak mati tentara Amerika di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011

Pembunuhan Osama Bin Laden mungkin bisa dipandang sebagai preseden, kata laporan untuk parlemen Inggris.

Laporan yang disiapkan oleh perpustakaan Majelis Rendah Parlemen Inggris, mengatakan pembunuhan pemimpin al-Qaida telah mendatangkan ''implikasi yang signifikan'' terhadap cara Amerika Serikat dan negara-negara lain menangani tersangka teroris.

Cara semacam itu bisa dipandang ''bisa diterima dari sudut pandang politik'', kata laporan tersebut.

Amerika Serikat menyatakan menembak mati Bin Laden itu tindakan syah, tapi kalangan pengecam mengatakan tokoh tertinggi al-Qaida itu semestinya ditangkap hidup-hidup.

Perdana Menteri Inggris David Cameron dan pemimpin partai Buruh Ed Miliband mengatakan kematian Osama Bin Laden dalam penggerebekan di Pakistan awal Mei, telah membuat dunia tempat yang lebih aman tanpa dia dan langkah penting dalam perang melawan terorisme dunia.

Pertanyaan

Namun pertanyaan telah diajukan mengenai legalitas misi pasukan khusus Amerika setelah terungkap bahwa meski anggota tim operasi AS menghadapi tembakan gencar, Bin Laden tidak bersenjata ketika dia tembak.

Gedung Putih semua menyatakan bahwa pemimpin al-Qaida itu bersenjata ketika ditembak.

Laporan internal untuk anggota parlemen Inggris yang ditulis oleh staf parlemen mengulas argumentasi seputar aksi Amerika tersebut dan dampaknya.

Laporan yang kini telah diterbitkan tersebut menyatakan banyak pertanyaan hukum yang masih ada hanya mungkin dituntaskan jika Gedung Putih menerbitkan perintah yang diberikan kepada tim pasukan khusus AL AS, Navy Seals, yang melancarkan operasi tersebut dan membeberkan upaya yang dilakukan untuk memaksa Bin Laden menyerahkan dan ancaman yang diyakini ditimbulkan pemimpin al-Qaida tersebut pada saat penembakan.

Namun, laporan untuk parlemen Inggris itu menyebutkan pembunuhan tersebut mungkin menimbulkan dampak sangat besar pada cara negara menangani operator al-Qaida dan tersangka teroris lain di masa datang.

''Hakikat pembunuhan Bin Laden mungkin pertanda bahwa Amerika Serikat semakin mungkin membunuh, bukannya menangkap anggota al-Qaida,'' kata laporan yang sama.

Penembak Osama adalah personel pasukan khusus AL Amerika Serikat, Navy Seals

Amerika mengerahkan tim pasukan khusus dari Navy Seals untuk menggerebek Osama

''Satu implikasi lebih luas adalah pembunuhan tersebut mungkin dipandang sebagai preseden pembunuhan dengan sasaran tertentu (targeted killing] terhadap perorangan oleh negara mana pun, melewati batas internasional, setidaknya ketika itu menyangkut terorisme,'' katanya.

''Semakin banyak negara bertindak dengan cara ini, semakin mungkin itu diterima, setidaknya secara politik, kalau pun dalam pandangan hukuman internasional,'' katanya.

'Bela diri'

Kematian Bin Laden mungkin juga memiliki implikasi bagi strategi militer koalisi dalam konflik Libia, tambah laporan untuk parlemen Inggris, sebab ''sebagian alasan yang digunakan untuk menyatakan pembunuhan Bin Ladeh itu syah juga bisa dipakai jika pasukan koalisi membunuh Kolonel Gaddafi''.

Inggris dan para sekutunya berulang kali menekankan bahwa mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menjadi dasar aksi mereka terhadap Libia tidak memberikan kewenangan untuk menjadikan pemimpin Libia sebagai sasaran.

Namun, mereka mengatakan fasilitas komando dan kendali - termasuk kompleks yang digunakan oleh keluarga Gaddafi dan beberapa anggota senior rezim - merupakan sasaran syah jika digunakan untuk mengarahkan serangan terhadap warga sipil.

Pemerintah pimpinan Presiden Barack Obama menyatakan Bin Laden ''sasaran militer yang syah'' dan penggerebekan dinyatakan beralasan sebagai aksi ''bela diri nasional''.

Menurut pemerintah AS, Bin Laden masih aktif memimpin al-Qaida dan dia tidak ''berusaha untuk menyerah''.

Di antara pihak yang menyatakan keberatan atas pembunuhan Osama bin Laden, termasuk Uskup Agung Canterbury yang menyatakan aksi itu ''tidak mengenakkan'' dan tidak terlihat sebagai "keadilan'' itu ''telah ditegakkan''.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.