Bom Afghanistan, dua jenderal tewas

Terbaru  28 Mei 2011 - 23:00 WIB
Demo anti-Amerika di Taloqan

Jenderal Daoud, mantan komandan militer Persekutuan Utara yang berperang melawan Taliban

Kepala kepolisian Afghanistan utara, kepala kepolisian Provinsi Takhar, dan setidaknya tiga tentara Jerman termasuk di antara korban tewas dalam ledakan kuat di komplek kantor gubernur provinsi Takhar, hari Sabtu (28/5).

Seorang jurubicara mengatakan, gubernur dan para pejabat senior kepolisian dikatakan berada di dalam gedung pada saat ledakan terjadi.

Dalam bulan ini, aksi-aksi protes marak di provinsi Takhar setelah serangan NATO menewaskan empat orang termasuk seorang wanita. Selama ini, di wilayah itu jarang muncul protes.

"Tujuh orang tewas dan sembilan luka-luka," kata Faiz Mohammed Tawhidi, jurubicara kantor gubernur, kepada kantor berita AFP.

Dia menambahkan: "Tiga tentara Jerman dan empat orang Afghanistan, termasuk Jenderal Mohammed Daoud Daoud dan Kapolda Takhar termasuk di antara yang tewas."

"Pada akhir rapat, ketika dia hendak pergi, seorang pelaku bom bunuh diri menunggu di koridor dan kemudian meledakkan dirinya."

Jurubicara gubernur Prov Takhar

Jenderal Daoud adalah kepala kepolisian Afghanistan bagian utara, sedangkan Kapolda Takhar dijabat oleh Jenderal Shah Jahan Nuri.

Qutubuddin Kamal, pembantu senior untuk Gubernur Abdul Jabar Taqwa, mengukuhkan bahwa Jenderal Daoud, yang pernah menjadi wakil menteri dalam negeri, ikut tewas dalam ledakan besar ini.

"Sedang ada rapat mengenai keamanan di kantor gubernur," katanya lagi seperti dikuitip kantor berita AFP.

"Pada akhir rapat, ketika dia hendak pergi, seorang pelaku bom bunuh diri menunggu di koridor dan kemudian meledakkan dirinya."

Tentara Jerman yang berpangkalan di provinsi Kunduz memiliki tanggung jawab keamanan untuk provinsi tetangganya, Takhar.

Serangan Taliban

Seorang jurubicara Taliban yang dihubungi AFP lewat telefon mengatakan mereka yang melakukan serangan itu. Gerakan ini mengatakan, Taliban memang membidik para pemimpin senior.

Jurubicara Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) yang dipimpin NATO membenarkan bahwa tentara mereka termasuk yang menjadi korban, namun tidak menyebutkan secara rinci apakah mereka tewas atau luka-luka.

Demo anti-Amerika di Taloqan

Dalam demo di Taloqan (19 Mei), warga membawa jenazah orang yang tewas dalam serangan Nato

"Saya mendengar ledakan keras dari dalam komplek kantor gubernur," kata Wazir Mohammed Jalali, seorang jaksa di Takhar. Kantor kejaksaan terletak bersebelahan dengan kantor gubernur di Taloqan, ibu kota provinsi Takhar.

Kepala rumah sakit utama Takhar mengatakan Jenderal Daoud tewas dalam ledakan, dan gubernur sendiri mengalami luka-luka.

"Para pejuang masih berada di dalam komplek kantor gubernur," kata Zabihullah Mujahid, jurubicara setempat, kepada kantor berita Reuters dari lokasi yang tidak disebutkannya.

Selama ini, Taliban sering membesar-besarkan klaim soal serangan yang dilakukan anggotanya.

Di Takhar, tidak ada pangkalan militer internasional karena terkenal tenteram. Namun, pada tanggal 18 Mei 2011 ribuan orang melancarkan unjuk rasa anti-Amerika setelah serangan Nato menewaskan warga sipil.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.