Tambang mineral langka Malaysia diselidiki

Banyak warga Malaysia khawatir atas proyek pemurnian logam langka Hak atas foto Reuters
Image caption Banyak warga Malaysia khawatir atas proyek pemurnian logam langka

Tim nuklir PBB menyelidiki kemungkiinan keamanan rencana pengolahan mineral langka Malaysia menimbulkan risiko pencemaran radioaktif.

Malaysia telah membekukan sementara proyek pemurnian mineral langka (rare earth) di bagian timur negara bagian Pahang.

Cina menghasilkan lebih dari 90% pasok mineral langka dunia.

Jika fasilitas pemurnian di Pahang yang tengah digarap oleh perusahaan tambang Australia, Lynas, rampung, Malaysia mungkin bisa mendobrak dominasi Cina.

Logam langka diperlukan untuk memproduksi banyak barang teknologi tinggi dan sebagian dipergunakan oleh industri persenjataan Amerika Serikat.

Tim PBB yang beranggotakan sembilan orang dan dipimpin oleh seorang pejabat senior dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dijadwalkan bertemu dengan pejabat pemerintah Malaysia, warga setempat dan aktivis lingkungan sebelum memeriksa lokasi konstruksi proyek di dekat kota Kuantan.

Tim PBB dikirim ke Malaysia menyusul kekhawatiran masyarakat bahwa limbah radioaktif yang dihasilkan pabrik pemurnian di Pahang tidak akan dibuang sebagaimana mestinya dan bisa membahayakan keselamatan warga dan lingkungan.

Proyek pemurnian di Pahang dijadwalkan akan mulai mengolah mineral langka pada penghujung tahun 2011.

Pihak berwenang Malaysia diperkirakan akan memutuskan apakah akan mengizinkan proyek pemurnian itu akan memurnikan bahan mentah yang didatangkan dari Australia setelah tim panel menyerahkan laporan pada akhir bulan Juni.

Bisnis logam langka untuk keperluan industri menarik perhatian setelah ada tuduhan bahwa pemerintah Cina membatasi ekspor logam langka.

Pemerintah Cina menyatakan perlu membatasi ekspor mineral langka untuk melindungi lingkungan dan industri Cina.

Industri Cina memproduksi beragam produk yang semakin canggih yang memerlukan mineral langka.

Kebijakan pemerintah Cina membatasi ekspor membuat marah beberapa negara, termasuk Jepang, yang bergantung pada mineral langka impor dan menyebabkan harga produk mereka naik.

Tambang mineral langka di Amerika Serikat dan Australia telah dibuka kembali untuk memperbesar pasokan di luar Cina.

Sementara itu, Kanada dan Brasil berancang-ancang menaikkan produksinya.

Berita terkait