Penderita infeksi bakteri E.coli bertambah

Terbaru  4 Juni 2011 - 11:56 WIB
Bakteri E.coli

Bakteri E.coli yang diambil dari pasien yang terinfeksi tengah diteliti oleh ahli di Jerman.

Wabah E.coli yang terjadi di sejumlah negara Eropa telah menginfeksi sekitar 1.836 orang.

Dalam dua hari terakhir, sekitar 200 kasus baru terjadi di Jerman, dengan jumlah penderita terbesar.

Rumah sakit di Jerman juga membutuhkan bantuan tambahan darah dari para donor untuk pasien yang terkena bakteri E.coli.

Infeksi bakteri telah menewaskan 17 orang di Jerman dan satu orang di Swedia.

Para ahli di Jerman mengatakan telah dapat mengetahui galur E.coli yang baru, yang merupakan turunan dari bahan yang mengandung racun bagi manusia.

Untuk mencegah penyebaran, penduduk Jerman diminta untuk tidak mengkonsumsi sayuran mentah.

Sebagian besar kasus terjadi di Jerman Selatan, termasuk Hamburg. Untuk menangani kasus yang berat, dokter harus melakukan transfusi darah.

Lutz Schmidt, Kepala bagian medis lembaga donor darah Hamburg mengatakan: "Kami butuh darah, plasma juga.Stok harus ditambah."

Dia mengatakan kepada suratkabar Die Welt bahwa di Hamburg , banyak donor yang merespon permintaan darah oleh klinik di Eppendorf University.

Bakteri E.coli berada dalam usus ternak sapi dan domba dan sebagian besar tidak berbahaya.

Sejumlah galur (strain), seperti Enterohaemorrhagic E. coli (EHEC), dapat menyebabkan diare, kram perut yang parah dan demam, meski begitu para sebagian besar penderita akan sembuh dalam beberapa hari.

Bagaimanapun, sejumlah kecil pasien berpontensi mengalami sindrom hemolitik uremik HUS, yang menyerang ginjal dan sistem saraf.

Dalam wabah ini, kasus 1,213 EHEC dan kasus 520 HUS dilaporkan telah terjadi di Jerman, seperti disampaikan oleh Badan Kesehatan Dunia WHO.

Sementara di Inggris terdeteksi kasus EHEC, yang menyerang 11 orang. Seluruh pasien melakukan perjalanan ke Jerman beberapa waktu terakhir.

Rusia yang merupakan negara pengekspor sayuran terbesar di Uni Eropa melarang impor sayuran Segar dari Spanyol.

Perdana Menteri Vladimir Putin mengatakan keputusan larangan ini dapat menimbulkan penolakan dalam kaitan dengan semangat perdagangan bebas WTO. Tetapi dia mengatakan "Kami tidak akan meracuni masyarakat kami, atas nama sebuah semangat (WTO)".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.