Situasi di Yaman masih belum jelas

Presiden Ali Abdullah Saleh Hak atas foto AP
Image caption Tidak diketahui pasti seberapa berat luka-luka yang dialami Presiden Ali Abdullah Saleh

Suasana bingung melanda Yaman setelah Presiden Ali Abdullah Saleh terbang ke Arab Saudi untuk menjalani perawatan, sehari setelah dia mengalami luka-luka.

Banyak yang bertanya apakah Saleh --yang beberapa kali berjanji akan menyerahkan kekuasaan-- akan kembali, kata wartawan BBC di Yaman.

Kepergian Saleh membuat posisinya menjadi semakin lemah.

Pemberontakan yang menuntut agar Saleh meninggalkan kekuasaan menyulut tindak kekerasan yang kini membawa Yaman ke ambang perang saudara.

Penjabat presiden, Abd-Rabbu Mansour Hadi, akan bertemu dengan para petinggi militer dan putra-putra Saleh, kata laporan televisi al-Arabiya mengutip berbagai sumber.

Saleh terbang ke ibu kota Saudi, Riyadh, hari Sabtu dengan pesawat medis untuk menjalani perawatan karena luka yang dideritanya dalam serangan roket terhadap istana presiden.

Selama seharian hari Sabtu (04/06) sempat tidak jelas di mana dia berada.

Sumber-sumber di Yaman mengatakan kepada BBC bahwa satu serpihan terselip di bawah jantungnya dan dada serta wajahnya mengalami luka bakar.

Seorang diplomat salah satu negara Teluk mengatakan kepada BBC, keputusan untuk memindahkan Saleh ke Riyadh diambil setelah para dokter Saudi berkonsultasi dengan tim medis Jerman.

Berita terkait