Jepang naikkan estimasi radiasi nuklir

Reaktor Fukushima Hak atas foto AFP
Image caption Operator reaktor Fukushima masih harus bekerja keras untuk menangani krisis nuklir

Jepang melipatduakan taksiran radiasi nuklir yang keluar dari kompleks PLTN Fukushima dalam pekan pertama setelah bencana gempa dan tsunami.

Badan Keselamatan Nuklir dan Industri (Nisa) sekarang mengatakan 770.000 terabecquerel terlepas ke atmosfir pasca bencana alam 11 Maret - lebih dari dua kali taksiran yang diumumkan sebelumnya 370.000 terabecquerel.

Meski taksiran itu hanya 15% dari keseluruhan radiasi yang keluar dari reaktor nuklir di Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986, bencana nuklir paling buruk di dunia, jumlah mengindikasikan bahwa kontaminasi di kawasan di sekitar PLTN Fukushima lebih buruk daripada yang diduga sebelumnya, kata wartawan BBC Roland Buerk di Tokyo.

Badan keselamatan nuklir Jepang juga mengatakan pelelehan terjadi di tiga reaktor lebih cepat daripada yang diyakini sebelumnya.

Menurut Nisa, pelelehan menimbulkan kerusakan pada reaktor No 2 setelah 80 jam, dan reaktor No 3 79 setelah tsunami menerjang sistem pendingin PLTN.

Revisi taksiran radiasia, yang dikeluarkan tiga bulan setelah krisis mulai terjadi, mungkin akan mempergencar kritik di Jepang bahwa pemerintah dan operator PTN terlalu lambat dalam menerbitkan informasi, kata wartawan kami.

Estimasi baru tersebut diumumkan ketika panel pakar mulai mengadakan penyelidikan atas krisis nuklir di Fukushima.

Evakuasi dipertimbangkan

Operator reaktor nuklir Fukushima, Tepco, berharap bisa menutup fasilitas tenaga atom tersebut paling lambat bulan Januari, meski ada kekhawatiran waktu yang diperlukan lebih lama.

PTLN tersebut juga masih mengalami kebocoran radiasi.

Lebih dari 80.000 warga yang bermukim dalam radius 20km dari PLTN telah dievakuasi dari tempat tinggal mereka. Ketentuan evakuasi sukarela berlaku di kawasan dalam radius 20-30km dari PLTN yang sama.

Beberapa kota kecil yang berada lebih jauh dari PLTN tersebut juga terkena dampak.

Sekretaris Kabinet Jepang Yukio Edano mengatakan evakuasi lanjutan tengah dipertimbangkan.

Pemantauan memperlihatkan topografi lahan dan pola angin mungkin menyebabkan penimbunan radiasi di kawasan-kawasan lain.

Berita terkait