Cina pastikan sedang membangun kapal induk

Terbaru  8 Juni 2011 - 16:42 WIB
Kapal induk bekas Ukraina, Varyag

Varyag, bekas kapal induk Ukraina, akan menjadi kapal induk Cina yang pertama

Kepala staf Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat Cina (PLA) membenarkan bahwa Cina tengah membangun kapal induk mereka yang pertama.

Jenderal Chen Bingde menolak mengatakan kapan kapal induk tersebut bisa dioperasikan. Kapal ini merupakan modifikasi Varyag, kapal induk di era Soviet milik Ukraina.

Seorang anggota stafnya mengatakan kapal induk itu tidak akan menjadi ancaman kepada negara mana pun.

Kapal yang sedang dibangun di pelabuhan Dalian, Cina Timur Laut itu adalah salah satu proyek yang tidak berhasil dirahasiakan pemerintah Cina.

Jenderal Chen mengeluarkan pernyataan ini di suratkabar Hong Kong, Commercial Daily.

PLA, Angkatan bersenjata terbesar di dunia, sangat ketat menjaga rahasia program pertahanan mereka.

Kapal dengan ukuran panjang 300 meter ini diperkirakan hampir selesai dan diharapkan akan mulai melakukan uji pelayaran tahun ini.

Namun wartawan BBC di Beijing, Michael Bristow mengatakan, itu tidak berarti kapal itu akan langsung siap untuk melakukan tugas.

Simbol kebesaran

Mempelajari bagaimana mengoperasikan bekas kapal induk Ukraina itu dan kemudian menerbangkan pesawat dari atasnya, menurut koresponden BBC, mungkin perlu beberapa tahun lagi.

Letnan Jenderal Qi Jiangua, asisten kepala staf mengatakan koran Commercial Daily, bahkan jika kapal induk tersebut digunakan, kapal itu "sudah pasti tidak akan berlayar ke wilayah perairan negara lain".

"Semua bangsa besar di dunia memiliki kapal induk mereka sendiri, itu adalah simbol keberasan sebuah bangsa," kata Qi seperti dikutip oleh koran tersebut.

Cina saat ini memiliki masalah perbatasan lautnya dengan beberapa negara tetangga. Tetapi Letjen Qi mengatakan Cina selalu mengikuti prinsip-prinsip "bertahan" untuk strategi militernya.

"Akan lebih baik bagi kami jika kami bertindak lebih cepat dalam memahami samudera dan memetakan kemampuan maritim kami lebih dini," kata Qi Jianghua.

"Kami sekarang menghadapi tekanan besar di beberapa samudra, apakah itu di Laut Cina Selatan, Laut Cina Timur, Laut Kuning atau selat Taiwan," kata Qi Juanghua merujuk ke perairan-perairan yang diperebutkan Cina dengan negara-negara tetangga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.