Fasilitas kesehatan semakin canggih

Terbaru  13 Juni 2011 - 13:50 WIB
Pasien Stroke di salah satu RS di Jakarta

Kasus stroke di Indonesia diperkirakan merupakan yang terbesar di Asia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2010 yang mencapai 6,1% juta dirasakan oleh sejumlah warga Indonesia biasa dengan peningkatan penghasilan.

Riset Standard Chartered Bank menyebutkan, kelompok orang yang berpenghasilan Rp.240-500 juta per tahun mencapai 4 juta orang, yang menempatkan Indonesia berada di peringkat ketiga berdasarkan kelompok orang yang disebut berpenghasilan 'mapan.'

Namun di balik keberhasilan ekonomi tersebut, muncul juga masalah kesehatan yang berkaitan dengan kesibukan kerja, seperti ganguan jantung, darah tinggi, dan stroke.

Di Indonesia, Yayasan Stroke Indonesia menyebutkan meningkatnya penderita stroke secara pesat, yang merupakan terbesar di Asia.

Ketua Yayasan Stroke Indonesia Jakarta, dr.Herman Syamsuddin, mengatakan stroke antara lain oleh tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes. Dalam banyak kasus, berbagai penyakit yang menjadi faktor utama penyebab stroke, seringkali di dipicu oleh stres akibat tekanan ekonomi, pekerjaan, dan kemacetan di jalan raya.

“Stres akibat pekerjaan, kemacetan ataupun tekanan ekonomi dapat memperparah penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol, dan akhirnya dapat menimbulkan kerusakan pada pembuluh darah dan menyebabkan stroke,"

Herman mengatakan stroke dapat menyebabkan kematian atau kecacatan, tetapi dampak buruk itu dapat dihindari jika penderita mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat.

Apalagi fasilitas kesehatan di sejumlah kota di Indonesia sudah banyak tersedia, walau masih dengan harga yang mahal.

Fasilitas canggih

"Stres akibat pekerjaan, kemacetan ataupun tekanan ekonomi itu dapat memperparah penyakit tekanan darah tinggi, kolesterol"

dr. Herman Syamsudin dari Yayasan Stroke Indonesia

Peningkatan kasus penyakit akibat tekanan ekonomi, tersebut membuat rumah sakit di Indonesia menyediakan berbagai fasilitas kesehatan yang lengkap, terutama untuk menjaring pasien yang biasa berobat di luar negeri.

Sejumlah orang Indonesia memang memilih menjalani perawatan kesehatan di negara tetangga Singapura dengan asumsi pelayanan dan teknologi yang lebih baik.

Menurut laporan Bank Dunia tahun 2004 -seperti dikutip oleh Kementrian Kesehatan- devisa negara keluar negeri dari pasien-pasien Indonesia yang berobat keluar negeri bisa mencapai Rp100 triliun setiap tahunnya.

Untuk menarik pasien-pasien yang biasa berobat keluar negeri tersebut, sejumlah rumah sakit meningkatkan fasilitas kesehatan dengan peralatan canggih yang tak kalah dengan di luar negeri.

Kesehatan menjadi salah satu bisnis yang berkembang pesat di Indonesia belakangan ini dan sejumlah peungusaha berani menanam modal di sektor kesehatan.

Kementrian Kesehatan mencatat jumlah rumah sakit mencapai lebih 1.500 yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia, dan lebih dari separuhnya adalah milik swasta.

Fasilitas sama

Salah satunya adalah Siloam Hospitals di Tangerang, Banten, yang memiliki fasilitas kesehatan lengkap untuk melayani pasien yang mengalami penyakit jantung dan stroke.

Rumah sakit yang berada di komplek perumahan mewah ini, memiliki fasilitas untuk penanganan penyakit jantung dan syarat disebutkan sama dengan fasilitas yang dimiliki rumah sakit di Singapura dan Malaysia, seperti disampaikan seorang dokter spesialis jantung di Siloam Hospitals, dr. Antonia Anna Lukito.

Tetapi dia mengakui penanganan pasien penyakit jantung membutuhkan biaya yang mahal karena membutuhkan peralatan canggih yang diimpor dari luar negeri.

"Sebenarnya, tujuan kami itu bagaimana menjaring pasien yang biasa berobat di luar negeri. Biasanya mereka berobat ke luar negeri karena belum pernah menjalani pengobatan di dalam negeri. Sebenarnya fasilitas yang dimiliki itu sama, tetapi di sini dengan harga lebih rendah," Kata Antonia.

"Dan terbukti setelah pasien menjalani perawatan di sini, mereka pun lebih memilih untuk berobat di Indonesia karena harganya lebih murah dibanding di luar," tambah dia.

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.