Kemiskinan masih menjadi masalah utama Asia timur

Terbaru  13 Juni 2011 - 16:51 WIB

Perkampungan kumuh di Jakarta, yang tahun ini menjadi tuan rumah WEF Asia Timur.

Kemiskinan masih menjadi masalah utama di Asia, meski kawasan ini disebut yang paling berkembang dalam mencapai Sasaran Pembangunan Millennium atau Millenium Development Goals (MDG).

Rajat M Nag, Direktur Jenderal Pelaksana Asian Development Bank, mengatakan sebuah aksi penting dibutuhkan agar bisa mencapai target pengentasan kemiskinan pada 2015.

“Apa yang saya rasa kurang ditemukan dalam berbagai macam tingkatan dan ini menjadi penting. Kita memiliki waktu empat setengah tahun lagi tetapi untuk mencapainya masih sangat jauh,’’ kata Rajat M Nag dalam sesi pembicaraan Inclusive Asia: Reinvigorating the Millennium Development Goals pada World Economic Forum East Asia di Jakarta, Senin 13 Juni.

Nag memperkirakan US$8 triliun dibutuhkan per tahun untuk membantu 14 negara miskin di Asia dalam mencapai tujuan MDG, seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sigit Purnomo, yang meliput pertemuan WEF di Jakarta.

Sementara itu Jeffrey D. Sachs -Direktur The Earth Institute, Universitas Columbia, dan penasihat Khusus Sekjen PBB untuk MDG- berpendapat bahwa sebagian dari masalah justru datang dari negara-negara Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi ,OECD.

Menurut Jeffrey beberapa negara OECD tidak sepenuhnya berkomitmen, terutama Amerika Serikat yang membuat 'kesalahan besar' dalam masalah ini.

"Amerika Serikat berinvestasi 25 kali lebih besar untuk militer dari yang dibutuhkan untuk bantuan pembangunan. Amerika Serikat lebih banyak berinvestasi untuk memberikan bonus di Wall Street bahkan setelah krisis ekonomi ketimbang digunakan untuk bantuan pembangunan," katanya.

Cina lebih agresif

"Kita memiliki waktu empat setengah tahun lagi tetapi untuk mencapainya masih sangat jauh."

Raja M Nag

Sach menambahkan kalau dalam beberapa tahun terakhir negara donor non tradisional justru lebih banyak bertindak untuk menyeimbangkan ekonomi dunia seperti Cina, Korea Selatan dan Brasil.

"Cina saat ini adalah investor infrastruktur terbesar di Afrika," tegasnya.

Salah satu dari delapan tujuan MDG adalah membagi proporsi warga berpenghasilan kurang dari US$1 per hari, mengurangi angka pengangguran dan pemerataan pendidikan dasar, mengurangi angka kematian anak, penanganan HIV/AIDS, dan melindungi lingkungan.

Wakil Presiden Boediono -yang juga hadir dalam sesi tentang MDG- mengatakan Indonesia telah mencapai target untuk membagi kemiskinan dan meningkatkan kesamaan jender, dan saat ini tengah menuju arah yang benar dalam masalah kesehatan.

Tetapi Boediono menegaskan masih harus bekerja keras di area kesehatan wanita, HIV/AIDS dan lingkungan.

Dalam bidang lingkungan, Boediono mengatakan pemerintah Indonesia telah mengumuman rencana untuk mengurangi emisi gas kaca menjadi 26% di tahun 2020, sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi pada angka 7%.

Boediono juga meminta peranan yang lebih luas dari sektor swasta dengan meningkatkan dalam perdagangan dan investasi untuk membantu Indonesia mencapai tujuan MDG yang tersisa.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.