Obama serukan gencatan senjata di Sudan

Hak atas foto 1
Image caption Presiden Barack Obama serukan Sudan dan Sudan Selatan lakukan gencatan senjata.

Presiden Barack Obama menyerukan gencatan senjata di Sudan menyusul memburuknya pertempuran di kawasan Kordofan Selatan.

Obama mendesak kedua belah pihak baik Sudan Utara maupun Selatan untuk lebih bertanggung jawab demi menghindari sebuah perang saudara baru

"Tidak ada solusi secara militer, para pemimpin Sudan dan Sudan Selatan harus memiliki tanggung jawab," kata Obama melalui pesan audio yang sudah direkam sebelumnya.

"Pemerintah Sudan harus mencegah agar krisis ini tidak memburuk dengan cara menghentikan baku tembak, termasuk pengeboman, pengusiran warga dan intimidasi," tambah Obama.

Sementara itu, ratusan ribu orang terpaksa meninggalkan kampung halamannya akibat kekerasan yang berlangsung hanya beberapa pekan sebelum kemerdekaan Sudah Selatan.

Ancam misi kemanusiaan

Aksi kekerasan di dekat perbatasan Sudan Utara dan Selatan ini dinilai Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) juga membahayakan misi-misi kemanusiaan.

Penghalang jalan dibangun milisi bersenjata menghalangi berbagai bantuan mencapai ribuan pengungsi yang membutuhkannya.

Badan urusan pengungsi PBB mengatakan sudah meminta pemerintah Khartoum untuk mengizinkan pesawat-pesawat terbang mendarat di bandara utama Kadugli, Kordofan Selatan.

Pasukan Sudan Utara dituding mengincar target-target tempat kelompok pro-Sudan Selatan.

Sudah sebulan terakhir pertikaian bersenjata pecah di sepanjang perbatasan Utara dan Selatan di dekat kota Abyei yang disengketakan.

Pertikaian ini menyulut kekhawatiran perang saudara yang berhasil dihentikan tahun 2005 akan kembali terulang.

Awal pekan ini, Sudan dan Sudan Selatan sepakat menarik militer mereka dari Abyei dan menyerahkan keamanan kawasan itu kepada tentara Ethiopia.

Berita terkait