IMF: risiko ekonomi global lebih besar

Olivier Blanchard, Direktur Riset IMF Hak atas foto AP
Image caption Direktur Riset IMF Olivier Blanchard memaparkan prospek ekonomi dunia di Sao Paulo

Dana Moneter Internasional, IMF, mengatakan risiko yang dihadapi perekonomian dunia telah meningkat dan perlu ada keputusan politik yang tegas untuk meningkatkan ketangguhan sistem keuangan, demikian laporan prospek ekonomi dunia IMF.

Laporan IMF yang dirilis di Sao Paulo, Brasil hari Jumat ini (17/6) menyebutkan langkah kebijakan yang kuat sekarang diperlukan dari negara-negara kaya dan negara-negara dengan pertumbuhan ekonomi pesat guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan.

IMF memperkirakan ekonomi dunia tumbuh 4,3% pada 2011 dan 4.5% pada 2012. Namun Dana Moneter Internasional mengkhawatirkan dampak krisis hutang di Yunani. Hal lain yang menjadi persoalan adalah defisit anggaran Amerika Serikat.

"Kita tidak bisa menunda lagi keputusan penting demi perekonomian dunia karena kita sedang bermain api," kata Jose Vinals, Direktur Departemen Moneter dan Pasar Modal IMF.

Dampak bencana

IMF memperingatkan bahwa krisis hutang di Yunani bisa menggoyang sistem keuangan global. Banyak analis yakin Yunani tidak akan mampu membayar seluruh dana yang dipinjam.

"Saya pikir tidak diragukan lagi Yunani akan gagal membayar hutang, tinggal menunggu apakah gagal membayar hutang sefara tertib atau tidak," kata George Magnus, penasehat senior ekonomi UBS.

Menurut IMF bila Yunani gagal membayar hutang, negara-negara lain seperti Spanyol atau Portugas mungkin juga terpengaruh. Bank-bank Eropa yang telah meminjamkan uang kepada negara-negara tersebut akan merugi.

Selain persoalan di Eropa, IMF juga menyorot Asia.

Jepang kesulitan menekan belanja anggaran pasca bencana gempa bumi dan tsunami. Direktur Riset IMF Olivier Blanchard mengatakan dampak bencana itu jauh lebih besar dari perkiraan. Pertumbuhan ekonomi Jepang diperkirakan negatif tahun ini. Hal itu turut mempengaruhi prakiraan pertumbuhan ekonomi dunia.

Adapun pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang diperkirakan tetap kuat.

Berita terkait