Ben Ali 'ditipu agar pergi ke Saudi'

Hak atas foto AFP
Image caption Ben Ali mengaku ditipu agar pergi ke Arab Saudi pada bulan Januari lalu

Presiden Tunisia yang digulingkan Zine al-Abidine Ben Ali mengatakan dia tidak melarikan diri ketika meninggalkan negara itu bulan Januari lalu.

Dalam sebuah pernyataan tertulis yang dibacakan in absentia di pengadilan, Ben Ali menyatakan dia membawa keluarganya ke Arab Saudi demi keselamatan mereka.

Ben Ali mengatakan dia berniat segera kembali ke Tunisia, tetapi pesawat sudah kembali tanpanya, "melanggar instruksi saya."

Ben Ali terbang ke Arab Saudi tanggal 14 Januari menyusul pemberontakan rakyat.

"Saya ditipu agar meninggalkan Tunis," tulis Ben Ali.

Dia juga menyangkal mengeluarkan perintah untuk menembaki demonstran. Dia mengatakan, hal itu bisa dibuktikan lewat rekaman percakapan antara kantor kepresidenan, kementerian dalam negeri dan kementerian lain.

Tetapi wartawan BBC Jon Leyne mengatakan untuk saat ini dia tidak didakwa memerintahkan penembakan itu.

Pengadilan atas Ben Ali akan melihat berbagai tuduhan korupsi dan penyelundupan narkoba, yang semuanya juga disangkal oleh sang mantan presiden.

Dia menghadapi hukuman maksimum 20 tahun penjara apabila dinyatakan bersalah atas beragam dakwaan itu.

Para pengacara Ben Ali mengatakan pengadilan itu merupakan upaya pemerintah sementara Tunisia untuk mengalihkan perhatian dari kegagalan mereka sendiri mengembalikan stabilitas di negara itu.

Berita terkait