Mantan menteri Rwanda bersalah terkait genosida

rwanda Hak atas foto ap
Image caption Ratusan ribu orang tewas karena genosida di Rwanda

Mantan menteri wanita Rwanda dipenjara seumur hidup terkait genosida dan perkosaan wanita dan gadis Tutsi.

Pauline Nyiramasuhuko, 65 tahun, adalah wanita pertama yang dihukum pengadilan PBB terkait genosida Rwanda.

Dia terbukti bersalah melakukan kejahatan tersebut bersama anak laki-laki dan empat mantan pejabat dalam pengadilan yang sudah berlangsung selama 10 tahun.

Sekitar 800.000 suku Tutsi dan Hutu dibunuh dalam pembantaian tahun 1994.

Nyiramasuhuko dituduh memerintahkan dan membantu pembunuhan di daerah asalnya Butare, Rwanda selatan.

Jaksa Mahkamah Kejahatan Internasional Rwanda (ICTR) menuduhnya terlibat dalam keputusan pemerintah menciptakan milisi di seluruh negeri dengan tujuan menghabiskan penduduk Tutsi secepat mungkin.

Pembantaian

Butare sebelum genosida ditinggali penduduk Hutu dan Tutsi. Di tempat tersebut sebelumnya muncul penolakan terhadap kebijakan pembantaian.

Salah satu pihak yang menentang kebijakan pemerintah adalah seorang pejabat senior daerah yang sampai sekarang tidak diketahui keberadaannya.

Namun pembantaian tetap terjadi dan milisi diterbangkan dari ibu kota Kigali untuk membantu operasi.

Wartawan BBC, Will Ross, mengatakan meskipun Nyiramasuhuko bukan satu-satunya wanita yang diadili di ICTR, kebanyakan dari terdakwa perempuan divonis melakukan genosida di pengadilan Rwanda.

Berita terkait