Karzai: Pakistan tembaki Afghanistan

Terbaru  27 Juni 2011 - 12:42 WIB

Provinsi Kunar dan Nangarhar kerap dihujani roket dari wilayah Pakistan.

Presiden Afghanistan Hamid Karzai menuding Pakistan menembakkan lebih dari 450 roket ke wilayah Afganistan selama tiga pekan terakhir.

Karzai menambahkan serangan roket itu telah menewaskan sedikitnya 36 warga Afghanistan termasuk 12 anak-anak.

Sumber resmi di pemerintahan Afghanistan menyebutkan serangan roket itu terkonsentrasi di provinsi Kunar dan Nagarhar di sebelah timur dimana pasukan NATO sudah ditarik mundur.

Di daerah yang dekat dengan perbatasan kedua negara itu, pemerintah menduga, kelompok Taliban dari Pakistan mulai memasuki kawasan tersebut.

Presiden Karzai mengatakan dia sudah menanyakan soal serangan roket itu kepada Presiden Pakistan Asif Ali Zardari saat keduanya bertemu di konferensi regional anti terorisme di Teheran.

"Serangan itu harus segera dihentikan," kata Karzai seperti dikutip AP.

"Dan Pakistan tidak mendalangi serangan itu, maka Pakistan harus mengatakan siapa di balik serangan roket tersebut," tambah Karzai.

Karzai menegaskan dirinya sudah berdiskusi soal serangan roket ini dengan Komandan NATO di Afghanistan Jenderal David Petraeus dan Dubes AS Karl Eikenberry, Minggu (26/6).

Balas serangan

"Akan ada reaksi karena telah membunuh warga Afghanistan."

Mohammad Zahir Azimi

Sementara itu, juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Mohammad Zahir Azimi menegaskan Afghanistan akan membalas jika terus menerus diserang.

"Pemerintah Pakistan harus memahami bahwa akan ada reaksi karena telah membunuh warga Afghanistan," kata Zahir Azimi.

Pemerintah Afghanistan mengatakan sedikitnya 2.000 keluarga meninggalkan kawasan perbatasan tempat serangan dari Pakistan terjadi.

Dalam beberapa pekan terakhir, Islamabad juga mengajukan protes soal serangan militan yang berasal dari wilayah Afghanistan ke wilayah utara Pakistan.

Masalah perbatasan ini sudah menjadi isu lama dan tantangan terbesar kedua negara.

Wilayah suku-suku di perbatasan barat Pakistan selama ini didiami berbagai kelompok militan.

Afghanistan dan NATO sudah lama memprotes Pakistan dan meminta negara itu melakukan sesuatu untuk mengurangi aktivitas militan di sana.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.