Ai Weiwei 'hadapi pajak dan denda US$1,9 juta'

Hak atas foto Reuters
Image caption Ai Weiwei dituduh tidak membayar pajak selama 10 tahun terakhir

Pihak berwenang Cina menuntut agar seniman Ai Weiwei membayar denda dan pajak yang belum dibayar senilai lebih dari US$1,9 juta, demikian dikatakan salah satu kawannya.

Ai adalah salah satu seniman terkemuka Cina, dan tokoh paling terkemuka yang terkait dalam upaya pemerintah Cina untuk membungkam para pengecam Partai Komunis.

Dia dibebaskan minggu lalu setelah ditahan di sebuah pusat penahanan rahasia selama 80 hari.

Keluarganya menekankan bahwa dia dijadikan sasaran karena dia menjadi pegiat politik.

Biro Pajak Beijing mengklaim Ai Weiwei berutang sekitar Rp64.6 miliar berupa pajak yang belum dibayar ditambah denda Rp9,7 miliar.

Liu Xiaoyuan, seorang pengacara dan kawan dekat seniman itu, mengatakan dia membaca sendiri surat berisi tuntutan yang diantarkan kepada Ai Weiwei pada hari Senin (27/6).

Ai harus menanggapi dalam tiga hari, tambahnya.

Pengecam dibungkam

Ketika polisi mencokok Ai Weiwei dan menahannya tanpa boleh dihubungi pihak luar, Cina mendapat kecaman dari masyarakat internasional.

Pihak berwenang akhirnya membebaskan dia minggu lalu dan mengatakan bahwa Ai sudah mengakui dia menghindar membayar pajak.

Kawan Ai mengatakan denda pajak itu mencakup sepuluh tahun terakhir.

Para pendukung Ai Weiwei ingin mengetahui mengapa masalah ini baru diangkat sekarang, dan menekankan bahwa perusahaan yang terlibat dalam kasus pajak ini tidak dikendalikan oleh Ai, tetapi oleh istrinya.

Ibu Ai Weiwei yakin anaknya ditargetkan karena pihak berwenang Cina ingin membungkam dan menghentikan kegiatan politiknya.

Dalam beberapa minggu terakhir lebih dari 100 aktivis terkemuka, pengacara HAM dan blogger internet dijadikan sasaran dalam operasi penangkapan yang diperintahkan oleh para pemimpin Partai Komunis Cina.

Kelompok-kelompok pegiat HAM mengatakan operasi ini merupakan operasi pembungkaman pengkritik terbesar di Cina sejak pembunuhan Tiananmen lebih dari 20 tahun yang lalu.

Berita terkait