Jepang tangani air radioaktif Fukushima

fukushima water Hak atas foto Reuters
Image caption Tepco kesulitan untuk menampung air yang terpapar zat radio aktif.

Operator PLTN Fukushima, Tepco mulai memompa air bebas zat radio aktif sebagai bagian dari sistem untuk mendinginkan reaktor yang rusak.

Pemerintah Jepang memuji tindakan ini sebagai sebuah ''langkah maju besar'' untuk mengontrol fasilitas nuklir yang rusak akibat gempa dan tsunami 11 Maret silam tersebut.

Tsunami menghancurkan semua pembangkit termasuk pembangkit cadangan PLTN, dan menghancurkan sistem pendinginan.

Tiga reaktor meleleh dan menyebabkan bocoran radiasi.

Insiden ini merupakan kecelakaan nuklir terburuk sejak tragedi Chernobyl di Ukraina tahun 1986.

Tepco mengatakan sekitar 1.850 ton air yang terpapar radioaktif sudah di daur ulang.

Dan perusahaan ini juga mengatakan akan melanjutkan untuk menyiram 16 ton air setiap jam ke reaktor 1,2 dan 3, serta 13 ton diantaranya air yang bebas zat radio aktif.

"Ini penting dalam dua aspek,'' kata Goshi Hosono, seorang penasihat Perdana Menteri Naoto Kan.

"Pertama, sistem akan memecahkan masalah air yang terkontaminasi, yang menyebabkan kekhawatiran ke dunia. Kedua, akan mendinginkan reaktor dan membuatnya stabil.''

Tepco dilaporkan juga sudah mulai kehabisan tempat untuk menampung jumlah air yang terkontaminasi, yang juga disebut teknisi sebagai upaya kritis dalam penanganan PLTN.

Sejumlah air buangan yang terkontaminasi radio aktif skala kecil telah dilepas ke laut.

Tepco mengatakan proses ini bisa membantu target untuk menutup PLTN ini Januari tahun depan.

Berita terkait