Syiah dan pemerintah Bahrain berunding

Terbaru  2 Juli 2011 - 15:39 WIB
Aksi protes di Bahrain

Raja Hamad tahu persis bahwa tuntutan oposisi tidak mungkin ditolak terus-menerus

Perundingan antara pemerintah Bahrain dan pihak oposisi akan segera dimulai.

Raja Hamad bin Issa al-Khalifa mengatakan semua pilihan akan dibicarakan dalam pertemuan yang akan dihadiri oleh al-Wifaq --kelompok oposisi Syiah terbesar.

Perundingan ini menyusul protes antipemerintah yang telah berlangsung berbulan-bulan, yang menelan korban tewas 30 orang. Ratusan pendukung oposisi masih berada di penjara.

Pada hari Rabu, raja mengumumkan penyelidikan atas cara penangangan kerusuhan oleh pasukan keamanan.

Sebagian besar tentara Arab Saudi yang dikerahkan ke Bahrain untuk mendukung pemerintah untuk menerapkan undang-undang darurat, juga akan ditarik.

'Musyawarah'

Masyarakat Syiah yang merupakan mayoritas penduduk Bahrain sejak lama mengeluhkan diskriminasi terhadap mereka.

Terilhami oleh pemberontakan rakyat di Tunisia dan Mesir belum lama ini, ribuan warga Bahrain turun ke jalan-jalan menuntut perwakilan politik yang lebih adil.

"Kami akan ikut dialog itu, namun jika dialog tidak mengikuti keinginan rakyat, kami akan mundur."

Sheikh Ali Salman

Pada bulan Februari, pasukan keamanan melepaskan tembakan di Bunadaran Mutiara di ibu kota, Manama. Kemudian pada bulan Maret, Raja Hamad meminta bantuan tentara dari negara-negara tetangga di Teluk Persia yang berpenduduk Sunni untuk menumpas aksi protes.

Pada hari Jumat, Wifaq --yang anggota parlemennya mengundurkan diri sebagai protes terhadap penumpasan itu, menerima ajakan raja untuk melakukan dialog nasional guna memberikan kesempatan kepada negara itu "untuk menulis lembaran baru sejarah kita".

"Kami akan ikut dialog itu, namun jika dialog tidak mengikuti keinginan rakyat, kami akan mundur," kata pemimpin Wifaq, Sheikh Ali Salman.

Jurubicara Khalil al-Marzouq menambahkan, "Kami perlu memastikan dialog ini dengan cepat menawarkan situasi politik yang nyata untuk menciptakan stabilitas. Kalau tidak, situasi akan meledakkan lagi."

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.