Polisi Malaysia bubarkan paksa demonstran

Terbaru  9 Juli 2011 - 22:56 WIB

Polisi Malaysia bubarkan massa oposisi

Polisi Malaysia membubarkan paksa protes massa oposisi yang menuntut sistem pemilihan yang lebih adil.

Lihatmp4

Untuk melihat materi ini, JavaScript harus dinyalakan dan Flash terbaru harus dipasang.

Putar dengan media player alternatif

Polisi Malaysia menembakkan gas air mata dan menahan ratusan orang di Kuala Lumpur, termasuk tokoh partai oposisi, hari Sabtu ketika berusaha membubarkan demonstran yang menuntut sistem pemilihan yang lebih adil.

Polisi mengatakan menahan sekitar 1.650 orang sebelum massa demonstran dibubarkan.

Sejak rencana unjuk rasa tersebut tersiar, pemerintah Malaysia telah menyatakan aksi tersebut ilegal dan polisi menahan puluhan aktivis.

Aparat keamanan menutup jalur-jalur masuk utama ke Kuala Lumpur sejak Jumat tengah malam, dan menghentikan sementara layanan angkutan umum di ibukota.

Sejak Sabtu pagi (09/07), helikopter polisi terbang mengawasi pergerakan massa, sementara polisi anti huru hara bersenjata pentungan dan senapan gas air mata dikerahkan menghadang massa.

Meski dihadang aparat keamanan, ribuan warga Malaysia tetap turun ke jalan, memenuhi seruan kelompok yang menamakan diri koalisi Bersih.

Mereka yang lolos dari hadangan aparat keamanan kemudian berusaha berkumpul ke Stadion Merdeka, Kuala Lumpur.

Polisi berusaha membubarkan mereka dengan menembakkan gas air mata dan meriam air mata.

Sejumlah orang termasuk, tokoh oposisi, Anwar Ibrahim, terluka dalam salah satu insiden di pusat kota Kuala Lumpur.

Anwar dilarikan ke rumah sakit setelah terjatuh di trotoar ketika gas air mata diarahkan ke massa yang dia pimpin.

Kalangan oposisi dan aktivis HAM mengecam polisi Malaysia telah bertindak terlalu keras terhadap demonstran.

Jalan lengang

Kelompok yang menamakan diri Bersih 2.0 sebenarnya berniat untuk mengadakan rapat umum di Stadion Merdeka di Kuala Lumpur, tapi pemerintah Perdana Menteri Najib Razak mengatakan lokasi tersebut tidak sesuai dan menyarankan tempat lain di luar ibukota.

Polisi Malaysia telah menyatakan akan menindak tegas warga yang ikut dalam demonstrasi terlarang

Polisi Malaysia telah menyatakan akan menindak tegas massa demonstran

''Stadion Merdeka, yang mereka pilih, terlalu dekat dengan pusat kota dan bisa menimbulkan kemacetan lalulintas yang parah dan mengganggu bisnis,'' kata Kepala Kepolisian Federal Malaysia, Ismail Omar seperti dikutip oleh New Straits Times.

Sementara jalan-jalan lengang dan sebagian angkutan umum tidak beroperasi, sebagian besar toko tutup hari Sabtu, dan Kuala Lumpur seperti kota mati andai tidak ada kehadiran barisan polisi dan massa demonstran.

Sejumlah penggerak Bersih, termasuk Ambiga Sreenivasan dan Maria Chin Abdullah, termasuk 1.401 orang yang dikatakan polisi ditahan oleh aparat keamanan.

Sebagian dari mereka dilepaskan tidak lama setelah ditahan.

Penggerak demonstrasi mengatakan 50.000 orang turun ke jalan, namun kalangan pengamat menyatakan jumlah mereka sekitar 10.000 orang.

Demonstrasi berlangsung hari Sabtu di tengah upaya polisi Malaysia untuk menindak sejumlah tokoh oposisi.

Polisi menginterogasi lebih dari 150 aktivis dalam beberapa pekan terakhir, dan 91 orang dilarang masuk ke Kuala Lumpur.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.