Pemberontak Kolombia serang lima kota

Hak atas foto 1
Image caption Warga Toribio menyaksikan kantor polisi kota itu yang rusak diserang pemberontak.

Pemberontak Tentara Revolusioner Kolombia (FARC) menyerang lima kota di kawasan barat negeri itu yang sejauh ini telah menewaskan tiga orang dan melukai puluhan lainnya.

Di kota Toribio, Provinsi Cauca, pasukan FARC mengendarai sebuah bus mini penuh dengan bahan peledak menyerang sebuah pos polisi.

Tak hanya itu, pasukan pemberontak juga dengan brutal menyerang warga sipil kota tersebut.

Walikota Toribio, Carlos Banguero, mengatakan pasar di pusat kota itu tengah dipenuhi warga ketika FARC datang menyerang.

Warga, lanjut Banguero, tengah memadati pasar mingguan langsung berhamburan mencari perlindungan saat pemberontak memberondongkan senjata mereka.

Setidaknya dua warga sipil dan seorang polisi tewas akibat serangan mendadak itu.

Sering diserang

Toribio, kota kecil berpenduduk 26.000 orang itu memang kerap menjadi sasaran FARC.

Apalagi, pegunungan lokasi kota tersebut memang berada di wilayah operasi Divisi Enam FARC.

Walikota Banguero mengatakan hingga kini kota itu sudah 13 kali mengalami serangan dengan 41 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Selain menyerang Toribio, pemberontak juga menyerang kota Corinto, Caldono, Jambalo dan Santander.

Di Corinto, pemberontak bahkan mengendarai truk penuh bahan peledak menuju pusat kota.

Si pengemudi kemudian melompat keluar dari truk sesaat sebelum kendaraan itu meledak.

Belum diperoleh informasi soal korban akibat bom truk tersebut.

Tindakan pengecut

Menanggapi serangan ini, Presiden Kolombia Juan Manuel Santos mengatakan serangan tersebut adalah sebuah tindakan pengecut.

Tindakan brutal ini, lanjut Presiden Santos, adalah bukti bahwa pemberontak sudah semakin tertekan dengan operasi militer pemerintah.

"Pemberontak sudah merasa sangat tertekan," kata Presiden Santos.

"Kami tahu pasti apa yang mereka pikirkan. Mereka melakukan ini untuk mengalihkan perhatian pasukan pemerintah, karena kami sudah merebut tempat-tempat perlindungan mereka," tambah Santos.

Pekan lalu, pasukan pemerintah menyerang lokasi pemberontak dan pemerintah mengklaim sudah semakin dekat dengan lokasi persembunyian pemimpin FARC Alfonso Cano.

Menurut Presiden Santos, Cano meninggalkan persembunyiannya hanya 12 jam sebelum serbuan militer.

FARC adalah pemberontak beraliran Marxis yang sudah melakukan perlawanan terhadap pemerintah Kolombia sejak dasawarsa 1960-an.

FARC yang banyak beroperasi di kawasan timur dan selatan Kolombia ini diperkirakan memiliki kekuatan 8.000 hingga 10.000 orang bersenjata lengkap.

Berita terkait