Korea-India sepakati perjanjian nuklir

Terbaru  26 Juli 2011 - 15:39 WIB
india nuclear

India ingin menjadikan nuklir sebagai sumber energi utama.

Ambisi Korea Selatan masuk ke pasar energi India mendapat insentif setelah kedua negara menandatangani kesepakatan nuklir sipil.

Perjanjian ini akan memungkinkan Korea Selatan untuk mengekspor teknologi nuklir ke India.

Perjanjian ini diteken di saat India tengah berupaya menjaga ketersediaan energi yang dibutuhkan negara tersebut.

Korea Selatan menjadi negara kesembilan yang menandatangani perjanjian nuklir dengan India.

"Kami menantikan Republik Korea untuk menjadi salah satu rekan dalam pengembangan energi nuklir sipil di India,'' kata Sanjay Singh, Sekretaris Kementerian Urusan Luar Negeri, India.

Solusi saling menguntungkan

Pasar energi atom di India diperkirakan mencapai US$150 miliar.

Tahun lalu majelis rendah parlemen India menyetujui membuka pasar energi nuklir untuk investasi swasta.

Kebijakan ini memungkinkan perusahaan asing membangun reaktor pembangkit yang dibutuhkan negara yang tengah meningkatkan ketergantungan energi nuklir.

India berencana membangun sekitar 30 reaktor selama beberapa tahun dan memenuhi seperempat kebutuhan listrik dari energi nuklir pada tahun 2050.

Saat energi nuklir berkembang di India, Korea Selatan telah mengembangkan sektor ini jauh sebelumnya.

Reaktor nuklir di Korea telah memenuhi hampir sepertiga dari kebutuhan listrik negara ini.

Rajiv Biswas dari IHS Global Insight mengatakan ini adalah solusi yang saling menguntungkan.

India mencari cara untuk mengembangkan pasar energi nuklir dan Korea Selatan mencari tujuan ekspor teknologi mereka.

"Korea Selatan memiliki banyak teknologi dalam infrastruktur energi yang bisa menolong India,'' kata Rajiv.

"Korea juga menganggap India sebagai pasar kunci. Ini adalah kesempatan yang besar bagi mereka untuk mengambil pasar ekonomi berkembang.''

"Secara keseluruhan, ini adalah perjanjian yang positif bagi kedua negara,'' tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.