Demokrat dan Republik saling tuding soal krisis utang AS

Terbaru  26 Juli 2011 - 16:14 WIB
Presiden AS Barack Obama

Presiden Obama mengalami kesulitan meyakinkan John Boehner dan kubunya.

Presiden Barack Obama dan lawannya dari Partai Republik, John Boehner, saling tuding atas krisis utang nasional Amerika Serikat.

Ketika tampil dalam siaran langsung di televisi, Senin malam (25/07) waktu Amerika, Obama mengatakan bahwa ekonomi akan mengalami masalah serius jika kesepakatan tidak dicapai mengenai batas utang sebelum tenggat waktu, Selasa 2 Agustus.

Jika kesepakatan belum juga tercapai hingga batas waktu itu, pemerintah Amerika Serikat tidak akan bisa membayar utang-utangnya.

Presiden Obama menuding sebagian kalangan politisi Partai Republik menghalangi penyelesaian berimbang dengan hanya menghendaki pemangkasan anggaran dan menolak kenaikan pajak.

Beberapa menit kemudian, John Boehner menanggapi Presidewn Obama dengan mengeluarkan pernyataan yang juga disiarkan di televisi.

Boehner mengatakan Presiden Obama menginginkan kebijakan anggaran tanpa batas (blank cheque), namun tidak akan mendapatkan yang dia inginkan.

Amerika Serikat terancam 'gagal bayar utang' jika politisi Demokrat dan Republik tidak mencapai kata sepakat mengenai kenaikan plafon utang pemerintah selambat-lambatnya 2 Agustus.

Pemerintah federal AS mengalami defisit anggaran hingga di atas US$1,5 triliun tahun ini, dan hutang nasional senilai US$14,3 triliun.

Pendekatan berimbang

"Para anggota DPR Republik pada dasarnya menyatakan mereka hanya akan setuju mencegah Amerika gagal bayar untuk kali pertama jika kita semua menyepakati pendekatan pengurangan belanja besar-besaran."

Presiden Barack Obama

Pemungutan suara untuk menaikkan batas utang AS biasanya merupakan peristiwa rutin di Kongres AS, namun tahun ini, kubu Republik menolak menyetujui kenaikan utang jika defisit anggaran tidak dikurangi secara signifikan.

Dalam perundingan, ganjalan utama yang muncul adalah penolakan kubu Republik terhadap kenaikan pajak dan keinginan Demokrat untuk melindungi program sosial bagi warga miskin, lanjut usia, dan pensiun negara.

Dalam pidato live di televisi Senin malam, Obama juga mengatakan: ''Para anggota DPR Republik pada dasarnya menyatakan mereka hanya akan setuju mencegah Amerika gagal bayar untuk kali pertama jika kita semua menyepakati pendekatan pengurangan belanja besar-besaran.''

Presiden AS kembali mengulangi seruannya untuk mendukung ''pendekatan berimbang'' yang merupakan kombinasi antara pemangkasan belanja dan kenaikan kutipan pajak terhadap orang kaya.

Menurut Obama, satu-satunya penyebab alasan kenapa ''belum menjadi undang-undang saat ini adalah akibat sejumlah politisi Republik di Kongres memaksakan pendekatan pengurangan anggaran saja''.

Dia menambahkan pendekatan tersebut ''tidak meminta warga kaya Amerika atau perusahaan-perusahaan terbesar menyumbangkan sedikit pun.''

John Boehner

John Boehner menolak keras kenaikan kutipan pajak terhadap perusahaan besar.

Obama mengatakan, ''Kebanyakan warga Amerika, apa pun partai politiknya, tidak menerima bagaimana kita bisa meminta warga lanjut usia membayar lebih banyak untuk Medicare (asuransi kesehatan) sebelum kita meminta pemilik jet perusahaan dan perusahaan minyak melepas keringanan pajak yang tidak dinikmati oleh perusahaan lain.''

Pesta belanja

Ketika menanggapi pidato presiden Obama, Boehner bersikukuh menyatakan praktik ''pesta belanja'' sudah berakhir.

''Presiden sudah sering mengatakan kita memerlukan pendekatan 'berimbang' - yang di Washington bermakna: kami membelanjakan lebih banyak...kalian membayar lebih banyak. [Sebagai orang yang pernah menjalankan usaha kecil], saya tahu kenaikan pajak akan menghancurkan lowongan kerja,'' kata Boehner.

Boehner sepakat bahwa AS ''tidak boleh gagal bayar atas kewajiban-kewajiban utangnya'', tapi tidak memberikan indikasi bahwa dia atau kakukus Republik akan bersedia mencapai kompromi mengenai kenaikan pajak.

Dia mendesak kalangan politisi Demokrat agar menyetujui usul Republik.

Presiden AS, para pemimpin Republik dan Demokrat di DPR dan Senat AS sudah berminggu-minggu merundingkan kenaikan plafon utang nasional dan pengurangan defisit anggaran federal. Negosiasi ambruk beberapa kali tanpa kemajuan.

Rencana apa pun untuk mengatasi krisis utang nasional AS memerlukan dukungan dari faksi-faksi Republik dan Demokrat dan lolos dari meja Kongres.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.